Jakarta, Aktual.com — Front Alumni Muda HMI (FAHMI) akan melaporkan Komisioner KPK Saut Situmorang ke Mabes Polri pada Senin (9/5) besok.

Seperti keterangan tertulis yang diterima redaksi pada Minggu (8/5), laporan FAHMI ke Mabes Polri terkait dengan pernyataan Saut Situmorang yang diundang sebagai wakil ketua KPK dalam acara talk show di salah satu tv berita nasional, yang mendeskreditkan HMI.

FAHMI berpandangan bahwa hal ini adalah bagian ‘seting by design’ dari fenomena politik hukum yang terjadi beberapa waktu terakhir ini.

Lebih jauh, FAHMI membaca realitas politik hukum dalam satu tahun terakhir di jagad tanah air, bahwa ada endors yang kuat dari rezim yang sedang berkuasa terhadap gerakan untuk mencabut TAP MPRS/1966 tentang pelarangan terhadap PKI dan ajaran Marxisme, Leninisme.

Hal ini kemudian memicu sel-sel tidur kader-kader komunis (PKI) di beberapa daerah untuk bangkit kembali. Sebut saja pengibaran bendera/atribut PKI di Jawa Tengah, di festival 17 Agustus di Madura, corat coret lambang PKI di kampus Universitas Jember.

Terakhir, belok kiri festival di Jakarta dan yang paling fenomenal adalah simposium tragedi ’65 bulan lalu di Arya Duta Hotel karena didukung penuh oleh Kementerian Polhukam dibawah komando Luhut Binsar Pandjaitan (LBP).

Hadir dalam acara ini jajaran Jaksa Agung M Prasetyo, Kapolri Badrodin Haiti, Menkumham Yasonna Laoly dan lain-lain. Hanya jajaran TNI di semua angkatan, baik panglima TNI dan kepala staf angkatan, nampak abstain dari jajaran dibawah koordinasi Kemenkopolhukam.

Sejarah selalu berulang, itu adalah sunatulah. Kejadian ini mirip seperti di tahun ’65, dimana PKI saat itu dibawah komando DN. Aidit mendapat angin segar dari rezim yang saat itu berkuasa (Soekarno), maka PKI mulai melakukan serangan-serangan politik pada lawan-lawan politiknya, salah satunya umat Islam.

Kemudian, laboratorium kader-kader umat Islam pada waktu itu salah satunya adalah HMI. Maka menurut mereka HMI perlu dihabisi, difitnah dan dibubarkan.

Saut Situmorang adalah mantan penasihat BIN dan tentu paham betul bahwa tindakan dan ucapan yang mendeskreditkan keluarga besar HMI tentu berimplikasi hukum. Sulit dipercaya ini adalah sebuah kealpaan dari Saut secara pribadi, mengingat juga kedekatan hubungannya dengan Luhut.

FAHMI berketetapan akan melawan semua anasir-anasir yang mencoba mengganggu keutuhan NKRI dan ancaman terhadap umat Islam.

()