Jakarta, Aktual.co —Suku Dinas Tenaga Kerja dan Transmigasi Pemerintah Kota Jakarta Utara mengharapkan bursa kerja bukan sekadar formalitas, namun menjadi salah satu langkah nyata mengurangi angka pengangguran.
“Bursa kerja harus dimanfaatkan masyarakat yang belum bekerja dan perusahaan tidak main-main menerima karyawan,” ujar Kepala Suku Dinas Nakertrans Jakarta Utara Mujiono di Jakarta, Jumat (7/11).
Setelah menggelar bursa kerja tahap pertama pada 28-29 Oktober 2014, pihaknya bulan ini kembali mengadakan kegiatan serupa dengan menambah jumlah perusahaan agar ikut berpartisipasi.
“Harapannya jumlah pelamar yang diterima akan semakin banyak,” katanya.
Pihaknya akan menggelar bursa kerja tahap dua ini digelar 25-26 November 2014 di Hypermart Kelapa Gading Trade Center di Jalan Raya Boulevard Barat.
Lebih dari 55 perusahaan yang tersebar di kawasan Jakarta Utara dipastikan ambil bagian dan mencari karyawan-karyawan baru sesuai kapabilitas dan kebutuhan perusahaan.
Ia meminta kepada para pelamar pada bursa kerja nantinya mempersiapkan segala persyaratan sesuai keahliannya, serta tidak menyia-nyiakan kesempatan bekerja di perusahaan yang diinginkan.
“Keuntungan mencari pekerjaan di bursa kerja, pelamar bisa memasukkan surat lamaran di beberapa perusahaan pada satu tempat. Target kami, angka pengangguran semakin menurun,” katanya.
Di wilayahnya, lanjut dia, dikenal dengan kawasan industri yang membutuhkan banyak pekerja sektor formal, seperti perusahaan otomotif, insfrastruktur dan sebagainya.
Selain sesuai instruksi Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi DKI Jakarta, pelaksanaan bursa kerja juga merupakan inisiatif pengentasan kemiskinan bagi masyarakat setempat.
“Pemerintah akan terus berupaya mengurangi dan mengentas pengangguran sehingga diperlukan terobosan-terobosan sebagai bentuk kepedulian,” katanya.
Dari data yang dimiliki Suku Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jakarta Utara, jumlah pengangguran terbuka di DKI Jakarta mencapai lebih dari 500 ribu orang dengan 100 ribu orang di antaranya merupakan warga Jakarta Utara.
Dari jumlah tersebut mayoritas pengangguran merupakan usia produktif antara 18-35 tahun.
Sementara itu, catatan pada bursa kerja tahap I yang diselenggarakan di Koja Trade Mal lalu, pencari kerja yang hadir mencapai 3.700 orang dalam dua hari pelaksanaan.

()

(Andy Abdul Hamid)