Jakarta, Aktual.com — Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jambi memantau aktivitas pasar melalui operasi kondisi kesehatan daging, untuk mengantisipasi adanya kecurangan dari oknum-oknum pedagang.

“Operasi ini sebagai antisipasi jika adanya oknum pedagang yang berbuat nakal, misalnya menjual daging haram, atau daging busuk,” kata Kepala Bidang Kesehatan Dinas Peternakan Provinsi Jambi Abdul Haris di Jambi, Kamis (18/6).

Dalam operasi yang dibagi menjadi dua tim tersebut, masing-masing menyisir pasar Keluarga Simpang Kawat, pasar Simpang Pulai dan pasar Kebun Handil. Sementara lainnya di khususkan ke pasar l induk Angsoduo, Pasar Kasang dan Pasar Talang Banjar.

Sejauh ini pihaknya tidak menemukan adanya indikasi kecurangan dan sesuatu yang mencurigakan dari para pedagang daging di Kota Jambi. Menurut Haris, pihaknya hanya mengambil sample untuk mengetahui dimana lokasi pemotongannya, karena untuk hewan ayam, pihaknya telah memberikan sertifikat halal kepada pedagang dan enam orang pemotong di pasar Angsoduo dan tiga pemotong di pasar Keluarga.

Haris mengaku akan terus melakukan operasi kondisi daging ayam, kambing sapi dan kerbau hingga H-3 idul fitri. Dalam operasi tersebut juga akan diturunkan tim pemantau harga termasuk penilaian kondisi daging.

“Sampai H-3 operasi tetap ada, sebab peningkatan konsumen biasanya terjadi tiga hari jelang lebaran, jadi kita harus antisipasi adanya pedagang yang curang,” katanya.

Jika ada pedagang yang kedapatan melakukan kecurangan saat pengambilan sample, Disnak akan memberikan sanksi berupa teguran seperti pembinaan. Namun jika masih melakukan kecurangan, tim akan mengambil tindakan tegas sesuai Undang-undang Nomor 18 Tahun 2009.

Untuk itu, dia mengimbau kepada seluruh pedagang untuk memberikan pelayanan yang baik kepada konsumen, dan tidak menjual daging yang tidak halal dan harus menjaga kebersihan daging. “Ini kan harga dalam kondisi bagus, jadi kita harap pedagang jangan berbuat kecurangan,” ujarnya.

Di samping itu, masyarakat juga diimbau untuk lebih jeli dalam membeli daging. Masyarakat harus bisa mengetahui daging segar dan daging busuk, masyarakat juga dianjurkan untuk membeli daging di pasar-pasar yang resmi.

“Jangan tergiur dengan harga yang murah, karena kalau murah itu pasti ada yang mencurigakan,” tambahnya.

(Wisnu)