Jakarta, Aktual.com — Belasan hektare lahan persawahan padi milik para petani yang siap panen di Desa Tangsi Lontar, Kecamatan Pengandonan, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan terancam gagal panen akibat dihantaman angin kencang disertai hujan deras.

“Akibat hantaman angin kencang terjadi Jumat (18/3) itu, para petani pemilik lahan terpaksa melakukan panen padi lebih awal, meskipun hasil panen yang didapat lebih sedikit serta bulir padi dihasilkan di bawah kualitas standar,” kata Cikmat (45), petani setempat di Baturaja, Minggu (20/3).

Cikmat menjelaskan, para petani pemilik lahan baru mengetahui belasan hektare lahan persawahan milik mereka pada Minggu pagi, saat melihat batang padi yang ditanami sejak tiga bulan lalu telah roboh bergelimpangan di lahan sawah.

Menurut dia, hantaman angin kencang ini disertai hujan deras yang dampaknya belasan hektare padi sawah yang sudah ditanam dan siap panen sebagian menjadi rusak dan roboh.

Menurut dia, sejak mengetahui bibit padi yang ditanam sebagian besar roboh, para petani terpaksa melakukan panen padi lebih awal. Hal ini dilakukan untuk menghindari kerugian lebih besar, katanya.

Ia menjelaskan, batang padi telah berisi bulir padi yang telahg roboh terpaksa dipanen lebih awal, hal ini guna mencegah agar batang padi telah roboh menjadi busuk karena lembab dan bulir padi menjadi rusak.

“Untuk hasil panen jelas lebih sedikit, karena bulir padi yang dipanen tidak sempurna, selain itu pasti banyak bulir rusak karena basah terendam air,” ujarnya.

Sementara, petani lainnya, Paranto (40) menyatakan bahwa dari belasan hektare lahan sawah yang terkena hantaman angin kencang itu, terdapat seluas dua hektar lahan sawah miliknya semuanya nyaris gagal panen.

Akibatnya panen padi perdana pada musim tanam tahun ini tidak dapat diprediksi hasilnya.

(Antara)

()