Jakarta, Aktual.com — Duit Bendahara Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, Leli dirampok, Senin (7/12) sekitar pukul 14.45 WIB. Akibatnya, duit Rp70, 5 juta yang baru diambilnya dari Bank Nagari raib dibawa perampok.

Kaca mobil Merk Honda CRV B 1040 CzV, yang berisikan duit itu pun pecah sebelah kiri depan pecah diduga dipukul oleh perampok. “Uang itu saya simpan dalam tas setelah diambil dari Bank Nagari untuk kebutuhan kantor. Juga satu tas berisikan kwitansi ikut dibawa perampok,” kata dia di depan warung pecal lele Simpang Ampek, Nagari Lingkuang Aua Kecamatan Pasaman.

Dia mengatakan peristiwa itu terjadi berawal ketika dia bersama temannya mengambil uang kantor di Bank Nagari sekitar pukul 14.30 WIB. Setelah mengambil uang tersebut, dia bersama temannya pergi dari bank tersebut ingin menuju kantor. Namun sebelum pergi kekantor, korban singgah dulu ke warung makanan pecal lele yang berjarak sekitar 500 meter dari Bank Nagari.

Saat itu, mobil korban parkir sebelah kiri jalan dan korban menuju warung pecal lele yang ada diseberang jalan tempat mobil korban berhenti. Tidak berselang lama, korban kembali kemobil dan melihat kaca mobil depan sebelah kiri sudah bolong.

“Pertama saya heran kenapa kaca tidak tertutup namun alangkah terkejutnya ketika melihat kaca tersebut pecah dan berserakan,” katanya.

Setelah itu, korban langsung berteriak mintak tolong karena melihat dua buah tasnya sudah tidak ada lagi. “Tas pertama berwarna dongker berisikan uang Rp70,5 juta dan tas kedua warna merah berisikan kwitansi kantor,” katanya.

Dia mengaku melihat satu unit sepeda motor bebek dengan laju yang cukup kencang lari menuju bundaran Simpang Ampek. “Saya hanya melihat sepintas ada sepeda motor keluar dari samping mobil saya dengan kencangnya. Saya melihat pelaku memakai baju kameja kotak-kotak tapi wajahnya tidak jelas,” kata korban.

Sementara saat ini jajaran Kepolisian Resor (Polres) Pasaman Barat sedang melakukan olah TKP serta mengintrogasi korban.

“Kami sedang menyelidiki peristiwa ini dengan olah TKP. Kita akan kejar pelakunya,” kata Kepala Satuan Reskrim, AKP Arie Sulistyo Nugroho didampingi Kasat Intelkam, AKP Muzhendra.

(Ant)

(Wisnu)