Ketua Pembina Yayasan Pribadi Bandung, Husein Adiwisastra,
Ketua Pembina Yayasan Pribadi Bandung, Husein Adiwisastra,

Bandung, Aktual.com – Pribadi Bilingual Boarding School di Bandung menjadi salah satu sekolah yang mendapat bantuan dari LSM asal Turki, Pasiad. Hal itu juga yang memicu Pemerintah Turki menerbitkan press release kepada Pemerintah Indonesia untuk menutupnya.

Turki menuding dalam release nya itu jika lembaga sekolah yang menerima bantuan dari Pasiad menerapkan paham radikal. Namun, semua itu dibantah oleh Ketua Pembina Yayasan Pribadi Bandung, Husein Adiwisastra, Senin (01/08).

Menurutnya, selain tunduk pada kebijakan Pemerintah yang menolak permintaan Turki, program yang dibangun lembaganya dengan Pasiad merupakan hal positif dan dijamin tidak menyimpang dari aturan atau undang-undang yang berlaku di Indonesia.

“Tudingan itu tidak benar. Lembaga ini didirikan berdasarkan hukum yang berlaku di Indonesia. Kerjasama ini untuk meningkatkan mutu pendidikan. Kerjasama bidang manajemen pendidikan dengan Pasiad juga merupakan kerjasama dengan Pemerintah Indonesia,” kata Husein di ruang kerjanya.

Dia menambahkan, jauh sebelum adanya insiden kudeta kepada Presiden Turki, Recep Tayip Erdogan, kerjasama pihaknya dengan NGO Turki itu dihentikan. Namun, dia tidak mempungkiri jika ada pemahaman Fethullah Gulen yang diteria olehnya. Tapi, tidak ada satu pun pemikiran tokoh Turki yang dituding menjadi motor kudeta mengajarkan hal yang tidak baik.

“Peraturan Menteri Pendidikan no 31 tahun 2014, mengharuskan kita mengakhiri Kerjsama dengan Pasiad karena bukan lembaga pendidikan. Selama ini juga, dalam proses belajar mengajar tidak pernah diajarkan radikalisme, kita tetap mangacu pada peraturan yang berlaku di Indonesia,” ucapnya. (Muhammad Jatnika)

(Eka)