Jakarta, Aktual.com — Panitia Olimpiade Tokyo 2020 akan menghentikan penggunaan logo yang sempat menimbulkan kontroversial dan tuduhan penjiplakan, demikian laporan media masa Jepang, Selasa (1/9).

Keputusan itu, seperti dilaporkan NHK dan TBS, menghentikan kasus memalukan bagi para pejabat Olimpiade Jepang tersebut.

Pihak panitia menolak berkomentar terkait laporan tersebut, namun mengatakan bahwa mereka akan menggelar konferensi pers, pada Selasa (1/9) malam.

Media Jepang, tanpa menyebut sumber, mengatakan bahwa panitia akan secara resmi mencabut logo tersebut.

Logo yang didisain oleh seniman Kenjiro Sano sejak Juli lalu tersebut menimbulkan perdebatan karena sangat mirip dengan logo karya seniman Belgia Oliver Debie untuk sebuah teater.

Debie menggugat Komite Olimpiade Internasional ke pengadilan agar logo tersebut tidak dipakai.

IOC telah menolak tuntutan tersebut, dan pejabat Jepang hari Jumat lalu kembali menegaskan bahwa karya Sano tersebut asli dan tidak ada rencana menggantinya.

“Kami yakin logo tersebut asli, bukan jiplakan,” kata Toshiro Muto, direktur Komite Olimpiade Tokyo pekan lalu.

Logo Olimpiade Tokyo 2020 tersebut berbasis gambar huruf “T” disertai lingkaran merah.

Teater di Belgia juga memiliki kemiripan dengan lingkaran hitam.

Meski tetap membantah melakukan penjiplakan, Sano mengakui bahwa timnya menyalin disain-disain yang ditemukan di tas-tas untuk pernah digunakan dalam sebuah kampanye promosi bir unruk perusahaan minuman Jepang Suntory.

()

()