Ilustrasi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa (DK PBB)

Jakarta, Aktual.com – Wakil Duta Besar Rusia untuk PBB, Dmitry Polyanskiy mengungkapkan bahwa tuduhan pasukan Rusia melakukan kekejaman terhadap warga sipil Ukraina di Bucha merupakan provokasi keji oleh para radikal Ukraina.

“Mengingat provokasi keji oleh para radikal Ukraina di #Bucha, Rusia meminta pertemuan #SecurityCouncil (Dewan Keamanan) PBB pada Senin, 4 April,” kata Polyanskiy dalam pernyataan via Twitter.

(Twitter)

Seperti dilansir Detikcom, Pemimpin Ukraina dan negara-negara Barat murka atas temuan kuburan massal dan ratusan mayat di Bucha, sebuah kota kecil di sebelah timur laut Kiev.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky secara langsung menyalahkan Rusia atas apa yang disebutnya sebagai ‘pembunuhan’ warga sipil.

“Penghapusan seluruh bangsa, dan orang-orang. Kami adalah warga Ukraina. Kami memiliki lebih dari 100 kebangsaan. Ini tentang penghancuran dan pemusnahan semua kebangsaan ini,” ujarnya.

Rusia sendiri telah membantah tuduhan itu dan balik menuduh Kiev merekayasa rekaman yang menunjukkan mayat-mayat tersebut. Dalam komentar publik pertama Rusia atas tuduhan itu, seperti dilansir Reuters, Kementerian Pertahanan Rusia menggambarkan foto dan video dari Bucha sebagai ‘pertunjukan lain yang dipentaskan oleh rezim Kyiv untuk media Barat.

(Dede Eka Nurdiansyah)