Jakarta, Aktual.com – Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan menunggu keputusan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) dalam menentukan tindak lanjut terhadap sepeda motor Harley Davidson dan sepeda lipat Brompton seharga Rp52 juta per unit yang diselundupkan melalui pesawat baru Garuda Indonesia Airbus A330-900 Neo.

Dirjen Kekayaan Negara Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Isa Rachmatarwata di Jakarta, Jumat (6/12), menjelaskan pihaknya bisa melelang barang sitaan tersebut jika sudah ada keputusan dari DJBC. Lelang juga bisa dilakukan jika onderdil motor seharga ratusan juta rupiah tersebut dan sepeda Brompton dinyatakan sah secara hukum bisa diperjualbelikan di Indonesia.

“Itu sitaan Bea Cukai. Akan ada ketetapan dari Bea Cukai ini seperti apa. (Kalau) disita, dirampas, berarti ditetapkan menjadi milik negara,” kata Isa.

Menurut Isa, Ditjen Bea Cukai sedang memproses secara formal barang selundupan tersebut.

“Saya rasa sedang menunggu proses. Saya rasa ada proses kan pasti, bukan sekedar ada berita acara. Saya¬†nggak¬†tahu proses kepabeanan. Tapi yakin saya itu ada proses formal sampai disita, dirampas dan sebagainya,” ujar Isa.

Direktur Hukum dan Humas Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kemenkeu Tri Wahyuningsih Retno Mulyani menjelaskan pemrosesan barang sitaan dari skandal penyelundupan yang melibatkan maskapai Garuda Indonesia itu kini seluruhnya masih berada di DJBC. DJKN siap mengeksekusi lelang kendaraan selundupan tersebut jika status sudah ditetapkan DJBC.

“Ini benar-benar baru kan kasusnya. Nanti jika DJBC putuskan sesuai dengan ketentuan nya. Kalau mau dilelang ke kami lelangnya. Eksekusi di kami tapi keputusannya ada di DJBC,” ujar Tri Wahyuningsih.

Sebelumnya, Kemenkeu dan Kementerian BUMN mengungkap kasus penyelundupan sepeda motor Harley Davidson dan dua sepeda Brompton yang melibatkan petinggi Garuda Indonesia.

Menteri BUMN Erick Thohir pada Kamis (5/12) telah memecat Ari Askhara dari jabatan Dirut Garuda kemarin.

“Saya tentu akan memberhentikan Dirut Garuda. Tapi pasti ada prosedur lagi. Tidak hanya sampai di situ saja termasuk mengusut oknum lain yang terkait,” ujar Erick saat konferensi pers di Kementerian Keuangan.

Dia menjelaskan telah menerima informasi dari komite audit dan komisaris terkait pelanggaran prosedur yang dilakukan saat pengiriman pesawat baru A330-900 Neo.

“Ini motor 70-an, pembelian April 2019. Uangnya ditransfer ke Finance Manager di Amsterdam,” kata Erick.

Menurut Menkeu Sri Mulyani, barang selundupan Harley Davidson tahun 1972 tersebut berharga Rp 800 juta. Adapun untuk sepeda Brompton diperkirakan seharga Rp 50 juta hingga Rp 60 juta per unit. Dengan demikian, menurut Sri Mulyani, potensi kerugian negara akibat penyelundupan itu sebesar Rp 532 juta hingga Rp1,5 miliar.

(Arbie Marwan)