Jakarta, aktual.com – Direktorat Pengelolaan Sumber Daya Ikan (PSDI) Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap (DJPT) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) hari ini menyelenggarakan kegiatan koordinasi Persiapan Implementasi Penangkapan Ikan Terukur (PIT) melalui Unit Pengelolaan Perikanan (UPP) Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Repiblik Indonesia (WPPNRI) 716, 717, dan 718 di Makasar.

Dalam sambutannya lewat aplikasi zoom meeting dari Jakarta, Direktur PSDI, Ridwan Mulyana menjelaskan, setiap WPPNRI mempunyai perbedaan karakteristik ekosistem perikanan, kondisi sosial, ekonomi, dan budaya terkait pemanfaatan sumber daya ikan di setiap WPPNRI. Oleh karenanya diperlukan pengelolaan perikanan di masing-masing WPPNRI.

“Tingginya potensi sumber daya ikan di WPPNRI 716, 717, dan 718 membuat pengelolaan perikanan di WPPNRI tersebut harus dilakukan secara optimal, sehingga perlu didasari oleh Rencana Pengelolaan Perikanan (RPP) di WPPNRI,” jelas Ridwan dalam sambutannya, Kamis (13/10).

RPP ini kata Ridwan memuat status perikanan dan rencana strategis pengelolaan perikanan dan telah ditetapkan melalui Keputusan Menteri. RPP merupakan acuan bagi semua stakeholder dari hulu sampai hilir, pusat dan daerah, sesuai dengan tugas dan perannya masing-masing.

“Sesuai dengan Tugas dan Fungsinya, UPP di masing-masing WPPNRI diharapkan dapat mengkoordinasikan rekomendasi penyusunan kebijakan pengelolaan perikanan berkelanjutan di WPPNRI dan mendukung implementasi Kebijakan Penangkapan Terukur di WPPNRI,” ujarnya.

Kemudian lanjut Ridwan, dampak positif yang diharapkan dari implementasi penangkapan ikan terukur antara lain: Pertama, stok ikan kesehatan laut terjaga; Kedua, distribusi pertumbuhan ekonomi di daerah yang lebih adil dan merata; Ketiga, kesejahteraan masyarakat meningkat.

“Kemudian keempat, akurasi data penangkapan dan kemudahan dalam Fish Traceability; Kelima, penambahan serapan tenaga kerja; dan Terakhir, peningkatan PNBP dan kontribusi sektor kelautan dan perikanan pada perekonomian nasional,” pungkasnya.

(Rizky Zulkarnain)