Jakarta, Aktual.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengajukan dana sebesar Rp 4 triliun kepada pemerintah pusat untuk anggaran pembangunan fasilitas pengelolaan sampah antara (intermediate treatment facility/ITF) di Sunter, Jakarta Utara.

“Sekitar Rp4 triliun dan mudah mudahan itu bisa terealisasi sehingga pembangunan ITF Sunter bisa dapat dilanjutkan,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta Asep Kuswanto menjawab pers usai persiapan menghadapi musim hujan di kantor DLH DKI Jakarta, Selasa (19/10).

Asep mengatakan, dana tersebut diperkirakan akan terealisasi dan digunakan untuk pembangunan mulai Januari 2022.

Jika pembangunan ITF Sunter selesai, maka kata Asep, seluruh sampah di DKI diharapkan bisa diolah menjadi tenaga listrik di tempat itu.

Selain itu, ITF Sunter juga diharapkan menjadi tempat alternatif pembuangan sampah mengingat kondisi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang yang sudah memenuhi kapasitas.

Untuk diketahui, BUMD DKI, PT Jakarta Propertindo melalui anak usahanya PT Jakarta Solusi Lestari (JSL) menargetkan pelaksanaan pra konstruksi ITF di Sunter, Jakarta Utara pada akhir 2021.

“Jakpro dan PT JSL akan segera memulai pekerjaan pra konstruksi pada akhir tahun ini,” kata Pelaksana Tugas Direktur Utama PT JSL Aditya Bakti Laksana di Jakarta, Jumat (1/10).

Aditya yang juga Direktur Proyek ITF ini menambahkan ITF akan didukung teknologi teruji, modern dan ramah lingkungan.

Teknologi teruji dan modern itu, lanjut dia, telah banyak digunakan di negara-negara maju di dunia yang didesain mampu memusnahkan dan mereduksi volume sampah 80 hingga 90 persen dengan standar emisi Euro 5 dan menghasilkan energi listrik 35 MW per jam.

Dia menjelaskan ITF Sunter mampu mengolah sampah 2.200 ton per hari dan dapat mengurangi 30 persen sampah Jakarta yang setiap harinya dikirim ke TPST Bantargebang.

Adapun timbunan sampah DKI Jakarta saat ini mencapai sekitar 7.800 ton per hari dan semua sampah dikirim ke TPST Bantar Gebang.

Oleh karena itu, pembangunan ITF Sunter menjadi solusi untuk mengurangi beban sampah TPST Bantar Gebang.

(Antara)

(Wisnu)