Almarhum Abdurahman Wahid alias Gus Dur dan Rizal Ramli (istimewa)

Jakarta, Aktual.com – Menjadi pembicara di Pondok Pesantren Terpadu Miftahul UlumAl-Yasin Pasuruan, tokoh nasiona Rizal Ramli ditanya kesiapannya maju sebagai calon presiden di pemilihan presiden 2019.

Pertanyaan itu langsung dilayangkan oleh pengasuh yayasan KH Mujib Imron (Gus Mujib) yang memandu acara. “Pak Rizal Ramli ini termasuk didikan Gus Dur. Pak Rizal Ramli apa siap panjenengan maju di Pilpres nanti? Atau justru ada orang yang disimpan dalam sakunya Pak Rizal? Saya kok tidak yakin kalau ada yang disimpan dalam saku itu. Barangkali ini perlu penjelasan supaya kita tidak penasaran,” kata Gus Mujib di aula yayasan di Dusun Areng-Areng, Desa Sambisirih, Kecamatan Wonorejo, Ngabar, Kraton, Pasuruan, Jawa Timur, Sabtu (17/2).

Tepuk tangan dan tawa sekitar 500-an guru dan ustadz menggema di seluruh sudut aula usai Gus Mujib melontarkan pertanyaan tersebut kepada Rizal Ramli.

Rizal Ramli yang mendapatkan pertanyaan itu, lantas bercerita bagaimana ketika Gus Dur menjadi presiden. “Pak Kiai, waktu Gus Dur jadi presiden, saya minta hadiah. Gus kasih saya hadiah dong, saya kerja siang malam, sabtu minggu, masa tidak dapat hadiah sama sekali. Gus Dur bilang kamu mau jadi apa? Saya minta dikasih gelar Gus,” ujar RR yang juga disambut tepuk tangan dan gelak tawa.

Lantas, kata Rizal Ramli, Gus Dur menjawab bahwa untuk mendapatkan gelar Gus itu susah, berbeda dengan gelar doktor. “Kalau dapat gelar doktor sarjana itu gampang, kalau Gus susah. Nah, kemudian ada pertemuan alumni pesantren Tebu Ireng seluruh Indonesia. Syukur alhamdulillah saya dikasih gelar Gus. Cuma waktu itu namanya harus diganti, jadi bukan Gus Ramli tapi Gus Romli,” kata Rizal.