Jakarta, Aktual.co — Pada umumnya masyarakat awam ketika mengatasi permasalahan cedera otot, tulang, dan sendi. Cara tradisional urut atau pijat menjadi pilihan utama dalam pemulihan penyakit tersebut.

Menurut dr. Ferius Soewito, SpKFR, QWP menyarankan, agar cara tradisional tersebut mulai saat ini untuk ditinggalkan ketika seseorang mengalami cedera atau kaki patah.

Meskipun, larangan melakukan urut tradisional itu dirinya tak sepenuhnya melarang. Namun demikian, cara pengobatan urut tradisonal agar dipahami dengan benar oleh masyarakat.

“Kalau badan terasa pegal, itu boleh diurut. Tapi kalau keseleo atau cedera otot, mending pengobatannya dilakukan ke rumah sakit aja, ” jelas dr. Ferius Soewito kepada Aktual.co, ditemui di acara ‘Rehabilitasi Muskuloskeletal ‘, di Hotel Akmani, kawasan Menteng Jakarta Pusat, Selasa (9/6).

“Ini fakta, belum lama ini ada pasien saya dari Garut, dia keseleo awalnya habis main futsal. Setelah kejadian kaki cedera itu diurut, terus dilumuri ramuan dan dibalut.  Setelah beberapa minggu bukan malah sembuh kaki pasien saya malah membusuk dan kakinya itu harus diamputasi, ” ungkapnya menambahkan.

Di kesempatan yang sama, dokter Ferius kembali mengatakan, bahwa dirinya ingin sekali mengedukasi masyarakat akan bahaya urut setelah seseorang mengalami cedera.

“Mending langkah pertamanya dikompres dengan es selama 5 menit sekali setiap 4 jam, kemudian istirahatkan bagian kaki atau tubuh yang cedera. Itu cara yang benar. Terus kalau dalam 3 hari 4 hari masih sakit jangan diurut. Karena, akan membuat cedera kembali, sel-sel otot yang lain. Mending segera diperiksakan ke dokter, ” paparnya lagi.

“Setahu saya, dasar seseorang tukang urut itu hanya dari pengalaman. Yang namanya terapi harusnya nggak boleh sakit. Makanya, dalam kesempatan ini, saya ingin mengedukasi masyarakat ke arah yang pintar. Di urut kalau badan pegal itu boleh. Cuma yang tidak boleh itu jika kaki cedera harus diurut mending dihindarkan, apalagi ngurutnya dengan alat tolong dihindarkan, ” urainya menutup pembicaraan.

()

()