Jakarta, Aktual.com — Anggota Komisi III DPR RI periode 2014-2019 dari fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Nasir Jamil sebut wacana pencopotan Kabareskrim Komjen Pol Budi Waseso, merupakan bagian dari kepentingan politik.

Bahkan Nasir mengatakan, isu pencopotan Kabareskrim membuat publik semakin melihat jika kepentingan politik telah mengintervensi penegakan hukum.

“(Pencopotan Buwas) itu kan dibuat-buat aja itu. Buwas itu jangan dicopot justru dipromosikan. Jadi saya lihat memang lebih kental kepentingan politik dan ekonominya ketimbang penegakan hukum itu sendiri. Jadi ini mempertontonkan, sesuatu yang tidak patut di mata publik,” tegas Nasir, ketika berbincang dengan Aktual.com, di gedung DPR, Jakarta, Kamis (3/9).

Dengan adanya wacana tersebut, sambung dia, publik jadi semakin tahu bahwasanya terdapat kekuatan yang melindungi para mafia yang kasusnya saat ini tengaj diusut oleh Bareskrim Polri, khususnya Pelindo II. Wakil rakyat dari Aceh itu pun sedikit menyinggung siapa orang yang berada di kasus Pelindo II.

“Artinya publik sudah terlanjur tahu bahwa pencopotan itu erat kaitannya dengan penggeledahan yang dilakukan oleh Bareskrim di kantor Pelindo II. Dan pada waktu itu Lino (Dirut Pelindo II) marah besar, dan mengatakan bahwa ada orang kuat yang melindunginya, dan orang kuat itu adalah Wapres,” keluh Nasir.

Seperti diketahui, sehari yang lalu telah mencuat kasus mengenai pencopotan Kabareskrim. Hal itu lantaran, Komjen Pol Budi Waseso dianggap telah mengganggu stabilitas ekonomi, lantaran mengusut kasus-kasus korupsi besar.

(Nebby)