Jakarta, Aktual.co — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang, berencana memanggil manajemen PSIS Semarang, untuk meminta penjelasan resmi atas diskualifikasi terhadap klub itu dari kompetisi Divisi Utama.

“Sebenarnya, kami sudah mengagendakan untuk mengundang manajemen PSIS Semarang pada Rabu (5/11) kemarin,” kata Wakil Ketua Komisi D DPRD Kota Semarang Anang Budi Utomo di Semarang, Kamis (6/11).

Namun, kata politikus Golkar itu, pada saat yang bersamaan ternyata manajemen PSIS diundang ke Jakarta oleh Komisi Disiplin (Komdis) PSSI.

Sebelumnya, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi juga merencanakan menemui Komdis PSSI untuk meminta kebijaksanaan atas sanksi yang diberikan terhadap PSIS dalam laga melawan PSS Sleman.

Anang mengaku mengetahui rencana Wali Kota Semarang itu untuk menemui Komdis PSSI pada minggu lalu, tetapi sejauh ini belum mengetahui hasil dari pertemuan yang berlangsung di Jakarta itu.

“Rencananya, PSIS kami undang hari Rabu (5/11) lalu. Namun, Rabu hingga Jumat (5-7/11) PSIS diundang Komdis PSSI ke Jakarta,” katanya.

Namun, kata dia, DPRD Kota Semarang tetap akan mengundang manajemen PSIS untuk mendengar pernyataan resmi atas sanksi diskualifikasi yang diterima, sekaligus hasil pertemuan dengan Komdis PSSI.

“Sebelumnya, manajemen PSIS sudah menyanggupi memenuhi undangan kami. Namun, karena harus ke Jakarta diundang Komdis, ya tidak jadi. Makanya, kami undur pertemuan itu,” katanya.

Kalau secara informal, ia mengaku sudah bertemu dengan jajaran manajemen PSIS Semarang, tetapi Komisi D DPRD Kota Semarang merasa perlu mendengar pernyataan resmi dari klub itu.

“Ya, PSIS sendiri sebenarnya sudah menerima keputusan yang diberikan Komdis PSSI, tapi bagaimana pun juga sebagai warga Kota Semarang, saya menyayangkan kalau sampai didiskualifikasi,” kata Anang.

Pertandingan babak delapan besar kompetisi sepak bola Divisi Utama PSIS melawan PSS Sleman, Minggu (26/10), ditandai kejadian lima gol bunuh diri dan kedudukan akhir pertandingan 3-2 untuk PSS Sleman.

Atas kejadian pada pertandingan untuk menentukan juara grup yang maju babak empat besar itu, Komdis PSSI di Jakarta, Selasa (28/10) memutuskan dua klub, yakni PSS Sleman dan PSIS didiskualifikasi.

()

()