Medan, Aktual.com – Aktifitas erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo Sumut menyisakan banyak kisah pilu bagi penduduk sekitar gunung yang terus aktif sejak 2013 itu.

Apalagi, memasuki bulan suci Ramadhan 1436 tahun 2015, tercatat sebagai tahun ke 2 warga harus menjalani puasa di posko-posko pengungsian.

“Setiap tahun kami menderita. Sudah dua kali puasa kami di pengungsian,” tutur seorang pengungsi posko Jambor, Kecamatan Daulat Rakyat, Ariati Boru Sitepu kepada wartawan, Kamis (18/6).

Ariati memandangi anak-anak yang ikut berbuka puasa bersama. Ariati tak dapat menahan air matanya menyaksikan anak-anak itu.

“Sedih sekali kami lihat anak-anak sahur seperti ini,” ucap Ariati mengusap air matanya.

Terlihat, ditengah udara yang memang dingin menyengat di wilayah itu, para ibu-ibu pengungsi lainnya, memasak bahan makanan seadanya sejak pukul 02.30 wib dini hari.

“Kita terima apa adanya. Kemarin sudah enak kami cari makan tapi kembali terjadi erupsi. Tak ada uang kami sepeser pun, sudah habis uang kami ke tanaman semua,” ungkap Ariati.

Diketahui, PVMBG akhirnya meningkatkan status gunung Sinabung Kabupaten Karo, Sumut dari Siaga (III) menjadi Awas (IV) sejak Selasa (2/6) pukul 23.00 Wib.

Peningkatan status itu dipicu pertumbuhan volume kubah lava disisi Selatan Tenggara Gunung mencapai lebih dari 3 juta meter kubik. Gunung Sinabung juga disebutkan dalam situasi labil dimana awan panas guguran terus terjadi sejauh sekitar 7 km dari puncak kawah.

Terkait peningkatan status Awas tersebut, pihak BNPB merekomendasikan kepada pemerintah Kabupaten Karo untuk mengevakuasi warga yang bermukim hingga radius 7 km di Selatan – Tenggara.

Atas peningkatan itu, dilakukan penutupan jalur jalan Raya Simpang-Gurukinayan-Simpang Sibitun-Jembatan Lau Bunaken Tigapancur – Ojolali – Tigapancur – Simpang Bagading dan Perjumaan Tigabogor.

Sementara itu, selain evakuasi, tujuh desa dan satu dusun juga direkomendasikan direlokasi. Yakni, Desa Sukameriah, Desa Berkerah, Desa Simacem, Desa Guru.

Erupsi gunung Sinabung masih terus berlangsung. Dalam dua hari terakhir, debu hasil erupsi bahkan telah menyebar ke beberapa wilayah, seperti Kota Medan dan Kabupaten Langkat.

()

()