Gubernur DKI Jakarta Anies BAswedan/ wartakota

Jakarta, Aktual.com – Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menemukan dugaan mark up dalam pembelian robot pemadam kebakaran Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Provinsi DKI Jakarta.

Pengamat Politik dari Universitas Al-Azhar, Ujang Komarudin mendesak, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk menggandeng Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menelusuri dugaan tersebut.

“Anies harus gandeng KPK untuk memeriksa anggaran-anggaran yang dianggap dimainkan oleh oknum2 tertentu,” kata Ujang, Kamis (3/9).

Diketahui, temuan dugaan tersebut diungkap jelang Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD DKI tahun 2019. Pemprov DKI Jakarta ingin membeli robot pemadam kebakaran senilai Rp8 miliar. Namun, PSI mengatakan harga robot tersebut hanya Rp. 4.4 miliar.

“Prinsipnya tidak boleh ada uang satu sen pun dikorupsi. Termasuk dalam pengadaan pembelian robot Damkar. Itu kan masih dugaan, harus didalami dan jika indikasi kuat bisa dilaporkan ke penegak hukum,” paparnya.

“Dalam proses penganggaran harus melibatkan partisapasi publik. Dan perlu diawasi KPK. Agar tak ada permainan atau kongkalingkong antara birokrasi dengan DPRD,” pungkasnya.(RRI)

(Warto'i)