Jakarta, Aktual.com – Tersangka kasus penistaan agama, Muhammad Kece diduga dianiaya oleh Inspektur Jenderal Polisi Napoleon Bonaparte di Rutan Bareskrim Polri. Menanggapi hal itu, Ketua Umum DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Haris Pertama mengucapkan rasa terima kasih karena telah menghukum penista agama.

“Terimakasih Jenderal, kau telah menghukum sang penista agama!,” ucap Haris dikutip dari akun Twitter-nya, pada Senin (20/9).

Selain itu, dia juga mengungkapkan bahwa tidak akan memberikan ruang kepada orang-orang yang berani menghina agama serta merusak persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

“Saya juga tidak akan membiarkan para BuzzerRP yang menghina agama saya dan merusak persatuan dan kesatuan di bangsa ini,” ucap Haris.

Kemudian, Haris juga mengatakan bahwa mereka yang menghina agama dan merusak persatuan di Indonesia masih berkeliaran bebas tanpa pernah diberi hukuman yang pantas.

“Bagaimana kita tidak terpecah belah, para BuzzerRP dan penista agama dibiarkan berkeliaran,” katanya.

Terakhir, dia pun menyarakan kepada pemerintah agar dapat membedakan antara menista agama dan dakwah. Selain itu Harus turut menyerukan untuk melawan para BuzzerRP yang menghina Islam dan merusak persatuan dan kesatuan di Indonesia.

“Pemerintah harus dapat bedakan antara menista agama dan dakwa. Lawan para BuzzerRP yang menghina Islam dan merusak persatuan dan kesatuan,” serunya.

Sebelumnya, Irjen Pol Napoleon Bonaparte melakukan penganiayaan di Rutan Bareskrim karena tidak terima Islam dihina oleh Youtuber Muhammad Kece.

(Rizky Zulkarnain/Hilmi)

(A. Hilmi)