Dokumentasi - Sebuah layar menunjukkan logo dan simbol ticker The Walt Disney Company di lantai Bursa Efek New York (NYSE) di New York, AS, Kamis (14/12/2017). ANTARA/REUTERS/Brendan McDermid/am.

Jakarta, Aktual.com – Juru bicara Walt Disney mengatakan perusahaannya akan menangguhkan semua bisnis di Rusia menyusul invasi ke Ukraina.

Pekan lalu, konglomerat hiburan dan media mengumumkan rencana untuk menghentikan rilis film baru di Rusia. Namun kini perusahaan mengambil langkah tambahan untuk menutup sisa operasinya di negara itu, demikian laporan dari Variety, Jumat.

Disney diketahui memiliki beberapa saluran linier dan merek produk konsumen di seluruh Rusia. Perusahaan itu juga memiliki pelabuhan kapal pesiar yang terletak di St. Petersburg.

“Mengingat serangan tak henti-hentinya di Ukraina dan meningkatnya krisis kemanusiaan, kami mengambil langkah untuk menghentikan semua bisnis lain di Rusia. Ini termasuk konten dan lisensi produk, aktivitas Disney Cruise Line, majalah dan tur National Geographic, produksi konten lokal dan saluran linier,” kata juru bicara Disney.

“Beberapa kegiatan bisnis itu bisa dan akan segera kita jeda. Lainnya seperti saluran linier dan beberapa konten dan lisensi produk akan memakan waktu mengingat kompleksitas kontrak,” tambahnya.

Kendati demikian, pernyataan Disney mencatat staf yang berbasis di Rusia akan terus dipekerjakan.

“Bahkan saat kami menghentikan bisnis ini, kami tetap berkomitmen kepada rekan-rekan kami yang berdedikasi di Rusia, yang akan tetap bekerja. Dan kami terus bekerja dengan mitra LSM kami untuk memberikan bantuan mendesak dan bantuan lain yang sangat dibutuhkan bagi para pengungsi,” lanjut pernyataan itu.

Menanggapi invasi skala penuh negara itu, beberapa perusahaan hiburan, termasuk Amazon, Netflix, dan WarnerMedia, telah memutuskan untuk menghentikan sementara atau sepenuhnya menarik bisnis di Rusia, sementara semua studio besar telah mengumumkan bahwa mereka akan menghentikan pemutaran perdana film mereka di negara tersebut.

Di luar Hollywood, bisnis seperti Microsoft, Apple dan Dell telah menangguhkan penjualan di Rusia, sementara Ikea telah menutup toko dan Nike mengatakan tidak akan terus memenuhi pesanan online.

(Antara)

(Dede Eka Nurdiansyah)