Karyawan memperlihatkan uang pecahan dolar Amerika Serikat di gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, Selasa (4/9/2018). Nilai tukar Rupiah terhadap Dollar AS melemah menjadi Rp14.940 per dolar AS pada perdagangan hari ini. Indonesia punya sejarah pahit mengenai krisis moneter, yaitu yang terjadi 20 tahun silam, tepatnya pada 1998. AKTUAL/Tino Oktaviano

Jakarta, Aktual.com – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Selasa, diprediksi masih melanjutkan pelemahan pada awal pekan.

“Dalam perdagangan hari ini rupiah masih akan melemah karena tekanan dari eksternal masih cukup kuat,” kata Direktur PT Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi di Jakarta, Selasa (8/10).

Indeks dolar pada awal pekan menguat seiring memudarnya kekhawatiran resesi setelah data penciptaan lapangan kerja di luar sektor pertanian (non-farm payroll) periode September 2019 versi resmi yang diumumkan Pemerintah Amerika Serikat sebanyak 136.000 orang, di bawah ekspektasi 145.000 orang.

Namun, tingkat pengangguran untuk periode yang sama tercatat turun ke level 3,5 persen, dari yang sebelumnya 3,7 persen pada bulan Agustus. Tingkat pengangguran AS di level 3,5 persen tersebut merupakan yang terendah dalam 50 tahun terakhir.

Dari eksternal lainnya, investor tampaknya masih memantau arah pembicaraan perdagangan antara Amerika Serikat dan China.

(Abdul Hamid)