Karyawan jasa penukaran uang asing menunjukkan dolar Amerika di Masayu Agung, Kwitang, Jakarta Pusat, Jumat (2/8/2018). Nilai tukar rupiah terhadap dolar atau kurs kembali menurun, yakni dari sebelumnya sebesar Rp 14.734 per USD pada Kamis (30/8/2018) naik menjadi Rp 14.800 per USD pada pukul 07.00 WIB. AKTUAL/Tino Oktaviano

Jakarta, Aktual.com – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antar bank di Jakarta, Selasa diperkirakan masih akan melanjutkan pelemahan yang terjadi pada awal pekan lalu.

Pada pukul 10.45 WIB, rupiah melemah 3 poin atau 0,02 persen menjadi Rp14.198 per dolar AS dibandingkan sebelumnya Rp14.195 per dolar AS.

“Kemungkinan rupiah masih berlanjut melemah karena akan ada aksi demo lanjutan pada hari ini,” kata ekonom Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih di Jakarta, Selasa (1/10).

Kondisi politik-sosial domestik kembali memanas akibat aksi demonstrasi yang telah terjadi kurang lebih seminggu berturut-turut. Aksi demonstrasi diprediksi masih akan terus berlanjut.

Sentimen domestik lainnya, ada potensi melambatnya kegiatan dunia usaha pada Agustus 2019. Uang beredar pada Agustus 2019 tercatat tumbuh 7,3 persen (yoy), melambat dibandingkan Juli yang tumbuh 7,8 persen (yoy). Perlambatan tersebut karena melambatnya aset domestik neto (NDA) yang komponen terbesarnya adalah kredit perbankan.

“Perlambatan ini konsisten dengan melambatnya kredit korporasi non finansial terutama untuk kredit modal kerja. Kondisi ini patut diwaspadai sebagai melambatnya kegiatan dunia usaha selama bulan Agustus lalu,” ujar Lana.

(Abdul Hamid)