Berdasarkan data yang diterbitkan BI pagi ini, kurs rupiah berada di angka Rp13.329 per dolar AS, terdepresiasi tipis 0,2% atau 3 poin dari posisi 13.326 kemarin. Pada saat yang sama, nilai tukar rupiah terpantau menguat 0,03% atau 4 poin ke Rp13.327 per dolar AS di pasar spot, setelah dibuka dengan penguatan hanya 0,01% atau 1 poin di Rp13.330.‎ AKTUAL/Munzir

Jakarta, Aktual.com – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa diperkirakan masih melanjutkan pelemahan pasca aksi demo besar-besaran mahasiswa Selasa (24/9) lalu.

“Aksi demo ini membuat sentimen negatif di pasar baik indeks maupun rupiah mengalami tekanan pelemahan,” kata Ekonom Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih di Jakarta, Rabu (25/9).

Tuntutan mahasiswa dalam aksi demo yang dilakukan di beberapa daerah kemarin termasuk di Jakarta akhirnya didengar. Pemerintah dan DPR memutuskan menunda pengesahan sejumlah rancangan undang-undang (RUU) dan akan meninjau kembali pasal-pasal yang bermasalah dan menyosialisasikan kepada masyarakat.

Ada empat RUU yang menjadi tuntutan yaitu RUU Kitab Undang-undang Hukum Pidana (RKUHP), RUU Pemasyarakatan, RUU Pertanahan, dan RUU Minerba dan beberapa RUU lain yang sebenarnya sudah disahkan yaitu RUU KPK, RUU Sumber daya air, RUU MD3, dan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual.

Namun terjadi aksi kekerasan depan Gedung DPR kemarin yang memicu pembakaran sejumlah fasilitas publik.

Dari eksternal, Pimpinan Partai Demokrat di Kongres AS Nancy Pelosi mengumumkan isyarat kemungkinan pemakzulan (impeachment) terhadap Presiden Trump terkait penyalahgunaan dana sebesar 400 juta dolar AS yang semestinya untuk membantu Ukraina namun digunakan untuk menjelek-jelekan lawan politiknya Joe Biden yang kemungkinan maju melawan Trump dalam Pemilihan Presiden November 2020 nanti.

(Abdul Hamid)