Berdasarkan data yang diterbitkan BI pagi ini, kurs rupiah berada di angka Rp13.329 per dolar AS, terdepresiasi tipis 0,2% atau 3 poin dari posisi 13.326 kemarin. Pada saat yang sama, nilai tukar rupiah terpantau menguat 0,03% atau 4 poin ke Rp13.327 per dolar AS di pasar spot, setelah dibuka dengan penguatan hanya 0,01% atau 1 poin di Rp13.330.‎ AKTUAL/Munzir

Jakarta, Aktual.com – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada akhir pekan, diperkirakan menguat seiring pertemuan antara Amerika Serikat dan China yang dikabarkan berjalan baik.

Ekonom Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih mengatakan ada optimisme perundingan dagang antara AS-China bisa berakhir kesepakatan.

“Perang dagang ini menjadi perhatian utama para pelaku ekonomi karena dampaknya yang cukup besar untuk menentukan arah pertumbuhan ekonomi global ke depan,” ujar Lana, Jumat (11/10).

Presiden AS Donald Trump dalam twitternya menyampaikan pertemuan pada hari pertama perundingan tersebut berjalan sangat baik. Presiden Trump direncanakan bertemu dengan Wakil Perdana Menteri Liu He pada hari Jumat ini (waktu AS), dan Trump menyebutnya sebagai “big day”.

Sumber Bloomberg menyebutkan kemungkinan AS akan menunda kenaikan tarif pada 15 Oktober ini sebagai kompensasi dari perjanjian mata uang, dan AS mulai akan menjual beberapa komponen teknologinya kepada Huawei.

(Abdul Hamid)