Karyawan jasa penukaran uang asing menunjukkan dolar Amerika di Masayu Agung, Kwitang, Jakarta Pusat, Jumat (2/8/2018). Nilai tukar rupiah terhadap dolar atau kurs kembali menurun, yakni dari sebelumnya sebesar Rp 14.734 per USD pada Kamis (30/8/2018) naik menjadi Rp 14.800 per USD pada pukul 07.00 WIB. AKTUAL/Tino Oktaviano

Jakarta, Aktual.com – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Rabu diprediksi masih akan dibayangi sentimen geopolitik di Timur Tengah dan juga mengecilnya peluang bank sentral AS, Federal Reserve (Fed), turunkan bunga pekan ini.

“Dalam transaksi transaksi hari ini rupiah kemungkinan masih akan melemah dipengaruhi sentimen Timur Tengah dan The Fed yang kemungkinan tidak menurunkan suku bunga,” kata Direktur PT Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi di Jakarta, Rabu (18/9).

Ladang minyak milik Saudi Aramco, raksasa migas asal Arab Saudi, dihantam serangan pesawat tanpa awak alias drone. Dampak serangan itu sendiri tidak main-main, produksi minyak Arab Saudi sebanyak 5,7 juta barel per hari terhenti.

Sementara itu, ketika ada ekspektasi inflasi karena kenaikan harga minyak, kemudian data ekonomi yang terus membaik, apalagi Trump terus melakukan intervensi terhadap The Fed yang notabene independen, alhasil bisa saja dalam pertemuan hari Kamis ini bank sentral AS itu menahan suku bunga acuan.

“Ada kemungkinan penurunan Federal Funds Rate tidak terjadi pekan ini,” kata Ibrahim.

(Abdul Hamid)