Ekonon Senior, Rizal Ramli saat diskusi dengan tema “Indonesia Perlu Pemimpin Optimis yang Bawa Perubahan” di gelar di Tebet, Jakarta Selatan, Senin ( 25/2/2019). Rizal mengungkapkan bahwa penurunan angka kemiskinan di era Jokowi – JK menunjukan paling rendah dari era kepemimpinan semua presiden sebelumnya sejak reformasi. AKTUAL/Tino Oktaviano

Jakarta, Aktual.com – Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman sekaligus ekonom senior Rizal Ramli mengungkapkan bahwa krisis merangkak terjadi jika indikator macro terus merosot, daya beli melemah dan perusahaan yg gagal bayar (default) dan ‘zombie’ semakin banyak.

“Jika kelemahan makro bersamaan dgn kelemahan mikro, terjadilah krisis. Apalagi faktor global mengarah resesi,” katanya dalam cuitan di medsos ditulis Senin (19/8).

Dikatakan RR sapaan Rizal Ramli bahwa Menteri Keuangan memiliki jurus andalan utama dalam mengejar ketertinggalan tersebut yakni hanya tambah utang dengan bunga tinggi, dan uber pajak sing printil seperti UKM.

“Peningkatan utang punya 2 fungsi: membiayai defisit dan menopang Rupiah. Tanpa utang Rupiah jebol, saking sangat tidak kreatifnya,” bebernya.

Menurut RR bahwa akibat miskinnya kreatifitas dan terobosan Menkeu “terbalik” itulah yang menjelaskan kenapa ekonomi 2020 hanya tumbuh 5,3%. Padahal bisa 6,5 -7 %.

“Karena andalannya hanya utang, tanpa kreatifitas untuk memacu sumber-sumber pertumbuhan lain,” tukasnya.

(Abdul Hamid)