Sambutan Menteri BUMN Erick Thohir dalam gelar Halal Bi Halal bersama keluarga korban tragedi 12 Mei 1998. FOTO: AKTUAL / WARNOTO.

Jakarta, Aktual.com – Head of Research Jarvis Asset Management, Andri Ngaserin menilai penobatan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir sebagai Minister of the Year adalah hal yang tepat.

Orang nomor satu di Kementerian BUMN ini dinobatkan CNBC Indonesia, karena dinilai berhasil melakukan gebrakan reformasi dan transformasi di tubuh BUMN menjadi semakin profesional, transparan, dan akuntabel.

Andri Ngaserin menilai penobatan Menteri Erick ini adalah suatu yang pantas mengingat kinerja dan pembenahan yang dilakukan Erick selama ini.

Terlebih, di saat pandemi Covid-19 dan perlambatan ekonomi Nasional yang saat ini terjadi akibat dampak melambatnya perekonomian dunia, Erick Thohir justru berhasil mempertahankan kinerja BUMN bahkan beberapa BUMN justru membukukan keuntungan.

“Selama beliau memimpin BUMN, kinerjanya sudah terbukti. Beliau berhasil melakukan koordinasi dengan dengan kementerian lain untuk menyelamatkan BUMN yang terpuruk akibat tekanan pandemi Covid19 dan missed management yang dilakukan oleh management sebelumnya,” ucap Andri kepada wartawan, Rabu (14/12).

Selain itu, pembuatan holding ultra mikro yang dilontarkan Erick Thohir dinilai Andri mampu membuat kinerja BRI semakin kinclong.

Setelah Pegadaian dan Permodalan Nasional Madani (PNM) dimasukan dalam holding utra mikro, kinerja keuangan BRI semakin baik.

Jika kinerja tak baik, menurut Andri harga saham BRI tak mungkin naik terus. Dengan bukti tersebut lanjut Andri, Menteri Erick sudah menunjukan bukti nyata hasil kerja yang sangat positif.

Contoh nyata lainnya saat Erick Thohir dalam melakukan restrukturisasi BUMN juga dapat dilihat dari Semen Indonesia.

Semen Indonesia yang selama pandemi Covid-19 mengalami tekanan yang sangat besar, kini kinerjanya sudah kembali membaik.

Pada saat pandemi Covid-19, kinerja Semen Indonesia masih di bawah Indocement. Namun kini kinerja keuangan Semen Indonesia sudah melampaui Indocement.

“Pasca transformasi yang dilakukan oleh beliau, beberapa management BUMN mengalami perubahan yang sangat signifikan. Sepertinya Menteri Erick sudah berhasil menularkan pemikirannya untuk menjadikan BUMN lebih profesional dan profitabel. Sehingga sampai saat ini kinerja yang telah dilakukan Menteri Erick sudah menunjukan hasil yang sangat baik. Sehingga kinerja yang baik dari menteri Erick sudah menjadi fakta,” ungkap Andri.

Lebih lanjut Andri melihat, BUMN karya yang selama pandemi Covid-19 mengalami tekanan keuangan, kini di bawah komando Menteri Erick berangsur sudah menunjukan perbaikan. Meski kinerjanya belum positif, namun arah perbaikan BUMN karya dikatakan Andri sudah mulai menunjukan hasil.

Selain itu, pemikiran Erick Thohir untuk mendorong Pertamina Geothermal untuk IPO, dinilai Andri akan memberikan dampak yang positif terhadap BUMN sektor energi.

Dengan mendapatkan dana dari IPO, lanjut Andri akan membuat BUMN tidak tergantung lagi pendanaannya dari APBN.

“Langkah IPO Pertamina Geothermal ini mirip dengan yang dilakukan Pemerintah Saudi Arabia ke Saudi Aramco. Dengan IPO Pertamina Geothermal akan membuat GCG BUMN menjadi lebih baik. Sebab pertanggungjawabannya tak hanya ke Negara tetapi kepada investor publik,”ungkap Andri.

Erick juga dinilai Andri berhasil membuat sinergi antar BUMN dan sinergi BUMN dengan swasta terjadi.

Sebelumnya era Erick Thohir, Andri melihat BUMN hanya memikirkan ego sektoralnya masing-masing. Namun, ketika Erick memimpin Kementrian BUMN, kolaborasi antar BUMN dan kolaborasi BUMN dengan swasta nasional maupun UMKM lebih banyak digalakkan.

Kolaborasi ini akan membuat perekonomian Indonesia semakin baik. Erick juga mendorong transformasi digital di PT Telkom. Dengan transformasi digital di Telkom, membuat pendapatan BUMN telekomunikasi mampu bertahan ditengah tekanan ekonomi global.

Bahkan saat ini market share anak usaha Telkom yaitu Telkomsel dinilai Andri masih dapat bertahan menjadi yang terbesar di Indonesia.

(Wisnu)