Jakarta, Aktual.co — Hasil sidak yang dilakukan Wakil Ketua DPR Fadli Zon bersama anggota Komisi II DPR, Selasa (25/11) pagi, menemukan fakta bahwa server e-KTP semuannya berada di Indonesia.
“Tidak benar keterangan Mendagri server (e-KTP) itu di luar negeri. Saya liat sendiri fisik server itu ada. Ada di (kantor Mendagri) di Kalibata dan lebih besar lagi di kantor mendagri sendiri (di Medan Merdeka Utara). Satu lagi ada di Batam,” kata Fadli usai inspeksi mendadak di Jakarta, Selasa (25/11).
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra ini menjelaskan bahwa ada server berkapasitas 600 terra di kantor Kemendagri di Medan Merdeka Utara (Jakarta Pusat), kemudian server 37 terra di Kalibata (Jakarta Selatan). Serta server cadangan di Batam. Kesimpulannya semua server e-KTP ada dalam wilayah Indonesia,” tambahnya.
Berdasarkan fakta ini, Fadli menyarankan agar Tjahjo Kumolo jangan melakukan blusukan ke luar sebelum memahami apa yang ada di Kementerian Dalam Negeri sendiri.
“Sebaiknya Mendagri jangan blusukan kemana-mana dulu. Blusukan ke kantornya sendiri untuk melihat di kantornya ada apa di kantornya,” sindirnya.
Fadli juga mendesak agar Mendagri jangan sembarangan menghentikan proses pencetakan e-KTP. Justru dia harus segera memperbaiki keterlambatan distribusi e-KTP ke daerah-daerah. Sebab, dari 172 juta data penduduk yang sudah direkam, baru 145 juta yang disalurkan.
“Pencetakan di daerah dan transfer dananya. Kita butuh e-KTP ini single identity card. Negara lain sejak abad lalu, kita baru di abad ini. Jadi tak ada alasan signifikan lagi tunda pencetakan. Jangan-jangan ini untuk mencari proyek baru,” pungkas Fadli.

(Novrizal Sikumbang)

()