Jakarta, Aktual.co — Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah mengingatkan Koalisi Indonesia Hebat (KIH) untuk tidak membuat sesuatu yang berpotensi inskunstitusional.
“Jangan ciptakan masalah yang berpotensi inkonstitusional. Sebab ini negara, tidak boleh main-main. Anda boleh main-main bikin ormas tandingan, bikin parpol tandingan, tapi begitu masuk kedalam institusi negara, tidak boleh,” kata Fahri di Jakarta, Rabu (5/11).
Meskipun Koalisi Indonesia Hebat (KIH) maupun Koalisi Merah Putih (KMP) sama-sama menyatakan optimismenya konflik di DPR segera berakhir, namun hingga kini belum jelas seperti apa kompromi yang disepakati nantinya.
“Semua peluang ada. Selama ini juga kita bicara baik-baik. Ini mediumnya kan banyak,” kata Fahri.
Menurut dia salah satu prasyarat berakhirnya konflik dan tercapainya musyawarah mufakat adalah seluruh fraksi KIH terlebih dulu menyetorkan nama-nama anggotanya untuk ditempatkan di AKD.
“Sudahlah, duduk dulu di dalam,” imbuhnya. Apabila seluruhnya telah masuk, maka musyawarah baru bisa dilakukan dari dalam AKD itu sendiri. Termasuk, kemungkinan kocok ulang pimpinan AKD.
Menanggapi munculnya alternatif solusi konflik berupa penambahan jumlah pimpinan, baik di komposisi pimpinan DPR maupun komisi dan badan-badan, Fahri menilai bahwa hal tersebut bukanlah solusi instan. Sebab penambahan pimpinan harus merubah Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (UU MD3). Proses pembentukan UU tidak mungkin cepat.
“Karena harus masuk prolegnas dulu, terbentuknya pansus atau panja kemudian pembicaran tingkat pertama kemudian tingkat kedua. Dan itu semuanya bersama eksekutif,” katanya.
Penambahan pimpinan tersebut, sambung politisi PKS ini, juga tidak bisa dilakukan lewat penerbitan peraturan pemerintah pengganti undang-undang yang prosesnya bisa dalam hitungan hari.
“Perppu tidak berlaku surut, dan berpotensi menciptakan konflik. Jadi anda mau memperpanjang konfliknya atau menyelesaikan masalah. Kalau masuk selesaikan masalah, masuk saja dulu ke AKD,” pungkasnya.
Laporan: Adi Adrian

()