Jakarta, Aktual.com — Polemik soal adanya pelobi dan pencatutan nama presiden dan wakil presiden dalam perpanjangan kontrak Freeport hanyalah untuk mengelabui publik dari adanya agenda besar di kementerian ESDM.

Hal ini dikatakan Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah, di Gedung DPR, Kamis (26/11). Dirinya mengungkapkan bahwa pembahasan perpanjangan kontrak PT Freeport yang berakhir 2021 justru sudah lebih dahulu dibahas Menteri ESDM Sudirman Said dengan membawa nama presiden.

“Sekarang ini kan yang riil mencatut atau bahkan mengatasnamakan presiden adalah Sudirman Said. Bagaimanapun seorang menteri adalah sosok yang mewakili presiden sehingga apapun tindakannya sebagai seorang menteri seharusnya atas nama presiden,” kata Fahri.

“Surat Sudirman Said ke PT Freeport adalah buktinya. Ini riil, dia (Sudirman Said) mencatut nama presiden,” tambahnya.

Isu permintaan saham oleh Novanto yang dilakukan Sudirman Said untuk mengalihkan kenyataan bahwa sebenarnya dirinyalah (Sudirman) yang memberikan janji untuk memperpanjang tanpa koordinasi dengan presiden atau menko terkait terlebih dulu.

“Dia kan dalam suratnya menegaskan bahwa akan melakukan segala usaha memperpanjang kontrak Freeport. Dia bahkan berani menjanjikan perubahan UU yang menjadi domain presiden dan DPR. Sudirman bahkan tidak segan-segan mengirimkan surat itu tanpa koordinasi dengan Presiden dan Menkonya. Buktinya presiden menegaskan tidak akan membahas kontrak tersebut sebelum waktunya yang bertolak belakang dengan surat Sudirman itu,” papar politikus PKS itu.

Masih kata Fahri, penolakan perpanjangan kontrak Freeport yang selama ini didengungkan karena Indonesia berada pada posisi yang dirugikan.

“Kontrak Freeport berakhir 6 tahun lagi, sementara jabatan ketua DPR tinggal 4 tahun lagi. Jadi bagaimana caranya Novanto menjanjikan sesuatu yang tidak akan sanggup dia penuhi? Ini kan sama saja jika saya atau presiden menjanjikan satu hal untuk membantu padahal janji untuk membangun sesuatu diluar masa jabatan. Nah jeleknya lagi, pembicaraan ini direkam dan disebarkan,” tandas dia.

(Novrizal Sikumbang)

()