Sejumlah mobil sport mahal mulai dari sportcar dan supercar seperti Lamborghini, Ferrari, Jeep, Lotus, Porsche berkumpul sebelum melakukan konvoi di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Minggu (13/12). Namun sayangnya anggota-anggota komunitas mobil sport itu sering bandel terkait permasalahan modifikasi pelat nomer mobil. Hal semacam itu sebenarnya sudah dilarang negara dan peraturan pelarangan untuk mengganti pelat nomer sudah tertera didalam UU No.22 pada tahun 2009 yaitu tentang angkutan jalan dan lalu lintas. Bahkan ada seseorang pemilik mobil sport yang tidak sabar memakai mobil sportnya itu memasang pelat nomer sendiri atau pelat yang bukan secara resmi dikeluarkan oleh polisi. AKTUAL/TINO OKTAVIANO

Jakarta, Aktual.com – Ferrari, satu brand mobil mewah yang didirikan Enzo Ferrari pada 1939, menghasilkan keuntungan rata-rata 80.000 dolar atau sekitar Rp1,16 miliar per satu unit mobil.

Keuntungan 80.000 dolar itu sama dengan harga mobil mewah lainnya, misal Mercedes-Benz C-Class yang 73.500 dolar atau Tesla Model X yang dibanderol 79.500 dolar, demikian sebuah penelitian di Jerman yang dilakukan Dr. Ferdinand Dudenhoffer, seorang direktur di Pusat Penelitian Otomotif CAR-Center, Duisburg, Jerman.

Harga satu unit mobil mobil Ferrari berharga sekitar 200.000 dolar hingga 300.000 dolar (sekitar Ro2,9 miliar – Rp4,3 miliar) dan lebih mahal lagi untuk model klasik yang dijual di lelang atau edisi terbatas.

Kepada CNBC baru-baru ini, Dudenhoffer mengatakan bahwa ia menentukan laga rata-rata 80.000 dolar berdasarkan pendapatan tahunan dan EBIT ( laba sebelum bunga dan pajak) untuk laporan Ferrari semester pertama 2018.

Dudenhoffer kemudian membaginya dengan jumlah mobil yang dijual brand ini. “Kemudian kita sampai pada harga rata-rata mobil atau rata-rata laba EBIT per mobil,” katanya.

Sebagai perbandingan, Porsche, yang mobilnya dijual dengan harga sekitar 50.000 dolar hingga 150.000 dolar (Rp729 juta – Rp2,1 miliar), keuntungan yang didapatkan pabrikan sekitar 17.250 dolar (Rp251 juta), menurut Bloomberg.

BMW, Audi, dan Mercedes masing-masing menghasilkan keuntungan 10.500 dolar per unit mobil atau sekira Rp153 jutaan, demikian CNBC melaporkan.

(Eka)