Makasar, Aktual.com — Tiga band indie asal Makassar siap memeriahkan acara ‘Makassar Green Food Festival’ di Benteng Rotterdam, Sulawesi Selatan, pada 30 Desember 2015 mendatang.

Anggota Walhi Sulsel yang juga pantia festival, Iman di Makassar, Jumat (18/12), mengatakan tiga band indie yang akan menghibur para pengunjung festival yang mengangkat tema “Hidup Sehat dan Seimbang dengan Pangan Lokal” itu yakni Mesdilay, Pumacoustik, dan Kapal Udara.

“Ketiga band indie ini sengaja kita libatkan untuk menghibur para pengunjung festival. Band ini juga sudah punya pengalaman tampil di berbagai even besar di Makassar,” katanya.

Ia menjelaskan, ketiga band ini akan menghibur para pengunjung pada sore hingga malam atau setelah pembukaan. Pihaknya juga sekaligus mengajak masyarakat Makassar dan sekitarnya untuk hadir dan menikmati kemeriahan yang ditawarkan pihak penyelenggara.

Selain pertunjukan band, kata dia, sejumlah kegiatan yang digelar Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sulawesi Selatan bekerjasama dengan Sawit Watch ini juga menghadirkan beberapa agenda yang menarik.

Misalnya, acara bazaar makanan tradisional, lomba masak dan demo makanan lokal, pameran produk organik, hingga pameran foto kuliner khas lokal.

Untuk kegiatan bazaar makanan atau kue tradisional, pihaknya mengaku telah mengundang sekitar 12 pembuat kue tradisional dari berbagai daerah di Sulsel.

Para pembuat makanan ini tentunya tetap menggunakan bahan lokal seperti halnya jagung, umbi-umbian, sagu, rebung, dan sejenisnya.

Ia menjelaskan, lomba memasak sudah mulai dilaksanakan dan diseleksi saat ini. Bagi resep yang terpilih, akan mendapatkan hadiah menarik, serta resepnya akan di-demokan secara lansgung pada saat berlangsungnya festival.

Sedangkan, untuk loma masak dan demo makanan juga akan diikuti para peserta dari berbagai daerah di Sulsel. Ini juga kesempatan bagi para pengelola kuliner untuk memperkenalkan makanan atau menu andalan mereka ke masyarakat.

Adapun untuk pameran produk lokal, menurut dia, akan menampilkan sejumlah hasil alam dari berbagai daerah diantaranya beras organik yang diproduksi Komunitas Petani Salassae di Bulukumba, produk pertanian dari Bantaeng, Takalar, dan masyarakat dari Kajang Bulukumba.

Selanjutnya pangan lokal asli dari Palopo, Luwu Utara, Luwu Timur dan yang memang sejauh ini memiliki hasil pertanian yang beragam.

(Ant)

()