Jakarta, Aktual.co — Calon pimpinan KPK Robby Arya Brata mengatakan ia akan mengikuti apa yang diinginkan DPR dan siap melaksanakan uji kelayakan ini.
“Saya tidak adanya persiapan khusus, karena saya sudah lama mengkaji korupsi melalui buku-buku saya,” ungkap Robby dalam proses fit and proper test di Komisi III, DPR, Rabu (3/11).
Banyak perbincangan bahkan menjadi kontroversi tentang tulisannya di tahun 2008 yang mengangkat Dewan Pengawas KPK. Yang ternyata telah diterima oleh pembuat kebijakkan DPR.
Dewan pengawasan KPK adalah ide rancangan yang dipunya Robby. Dimana dewan ini akan mengawasi kinerja KPK dan punya wewenang dalam merekomendasikan pimpinan KPK bahkan memecat pimpinan KPK bila melakuka keliruan.
Banyak disebutkan bahwa Robby adalah calon terkuat karena ia adalah seseorang titipan dari Presiden RI ke enam Susilo Bambang Yudhoyono.
“Itu tidak benar. Itu hanya orang yang ingin menjatuhkan saya. Saya bukan titipan Istana.” Tuturnya.
Menurutnya, karena seleksi lewat DPR jadi dianggap pokitis. ia merasa udah lulus. Robby berharap Visi dan Misi yang ia punya senada dengan DPR. Karena kegagalan KPK lenih pada peningkatan Multi Pro Intregrated dengan penguatan Fungsi pencegahan.
“Saya tidak punya partai politik dan tidak punya apa-apa tapi kalau DPR rasional berarti DPR harus cari yang independen. Jadi tidak akan ada indikasi tebang pilih,” tuturnya
Robby pun menambahkan ia hanya seorang Analis anti korupsi. KPK sekarang hanya melakukan penindakan tidak menyelesaikan masalah. Karena tidak pernah digarap pencegahannya. Brati ada yg keliru disitu dan harus diperbaiki sistemnya.
Artikel ini ditulis oleh:
















