Kemacetan disamping pembangunan 'underpass' mampang, Jakarta Selatan, Senin (23/10/2017). Enam proyek pembangunan di Jakarta yang dimulai pada era kepemimpinan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tidak akan selesai tepat waktu dan terancam molor diresmikan. Salah satu penyebabnya karena kabel listrik, pipa gas, dan air belum dipindahkan dari area proyek. Keenam proyek tersebut adalah pembangunan simpang tak sebidang Bintaro Permai-Rel KA; pembangunan simpang tidak sebidang Cipinang Lontar; pembangunan underpass Kartini; pembangunan jalan layang (flyover) Pancoran; underpass Mampang-Kuningan; dan, pembangunan underpass Matraman-Salemba. AKTUAL/Munzir

Jakarta, Aktual.com – Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno menargetkan proyek fly over Pancoran di Jakarta Selatan selesai dan dapat digunakan pada pertengahan Januari 2018.

“Kami perbaiki tabel waktu pengerjaannya menjadi 15 Januari selesai. Tapi saya minta Pak Yus (Kepala Dinas Bina Marga) pastikan 15 Januari itu sudah bisa langsung dipakai, jangan harus nunggu lagi keputusan pengecekan,” kata Sandiaga saat meninjau proyek tersebut di Jakarta, Selatan, Sabtu (30/12).

Target pengerjaan proyek fly over Pancoran akan berakhir pada akhir 2017. Meskipun pengerjaan jalan sudah tersambungkan, pemasangan pagar jalan dan lampu penerang belum rampung sehingga penyelesaian harus tertunda dua minggu.

Wagub menjelaskan faktor temuan keretakan pada salah satu struktur proyek dan cuaca yang tidak menentu menjadi penyebab utama terkendalanya proyek ini diselesaikan tepat waktu. Keretakan pada struktur proyek membuat kontraktor harus membangun ulang kembali dan akhirnya membuat periode penyelesaian proyek bergeser dari target.

“Jadi kami mohon maaf atas nama Pemprov DKI. Jadi ini tidak selesai 31 Desember. Kami menyayangkan juga, tapi memang ini di luar kekuasaan kita yaitu cuaca,” kata Sandiaga.

(Eka)