Gubernur Jateng Ganjar Pranowo (kiri) berjabat tangan dengan Wali Kota Solo FX. Hadi Rudyatmo pada pelantikan bupati dan wali kota yang terpilih dalam Pilkada serentak tahun 2015 di Jateng, di Lapangan Pancasila Semarang, Rabu (17/2). Gubernur Jateng melantik sebanyak 17 bupati dan wali kota beserta wakilnya yang dilanjutkan dengan penandatanganan pakta integritas dan penyerahan petikan putusan Menteri Dalam Negeri. ANTARA FOTO/R. Rekotomo/nz/16.

Semarang, Aktual.comGubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menanggapi sanksi DPP PDIP kepada Ketua DPC PDIP Surakarta FX Hadi Rudyatmo beberapa waktu lalu.

“Yang penting antarpendukung jangan saling menjelek-jelekkan orang,” kata Ganjar kepada wartawan, Senin (31/10).

Selain antarpendukung, dia juga meminta agar tidak ada sikap saling menjelekkan antartokoh, partai, maupun lembaga.

Dengan demikian, tidak ada contoh buruk yang diperlihatkan partai politik kepada masyarakat luas sehingga kontestasi bisa mengedukasi biar tak tambah panas.

Sebelumnya, Rudy mengatakan baru pertama kali mendapat sanksi selama dirinya bersama PDIP sejak 45 tahun lalu.

DPP PDI Perjuangan memberikan sanksi berupa peringatan keras kepada Rudy karena secara terbuka memberikan dukungan kepada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sebagai bakal calon presiden pada Pemilu 2024.

Meski mendapat sanksi, ia mengatakan akan tetap tegak lurus patuh pada instruksi Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, termasuk terkait pencapresan.

Disinggung mengenai pencapresan, ia menyerahkan sepenuhnya pada ketua umum partai.

“Sebelumnya kan saya bilang kalau Ganjar maju dengan rekomendasi dari ketua umum, akan saya dukung 1.000 persen. Kan nek ora didukung ra entuk rekomendasi (Kan kalau enggak didukung artinya tidak dapat rekomendasi),” katanya.

(Wisnu)