Dua orang terlihat di lantai Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (31/7/2015). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari terakhir pekan ini ditutup berhasil tembus 4.800 didukung ramainya transaksi. IHSG melesat 90,04 poin atau 1,91% ke level 4.802,53. AKTUAL/TINO OKTAVIANO 

Jakarta, Aktual.com —  Dalam rangka meningkatkan kesadaran emiten menyampaikan laporan bisnis, Bursa Efek Indonesia (BEI) terus melakukan pelatihan tentang tata cara penggunaan “Extensible Business Reporting Language” (XLBR).

“Saat ini Bursa sedang melakukan pelatihan tata cara penggunaan dan uji coba penggunaan XBRL kepada seluruh emiten,” kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI Samsul Hidayat di Jakarta, Selasa (4/8).

Dalam rangka uji coba, lanjut dia, dalam waktu dekat BEI berencana membuka akses “cloud” untuk emiten. Bursa sendiri juga berencana melakukan “parallel run” untuk pelaporan XBRL sampai dengan akhir tahun 2015.

XBRL merupakan standar format pelaporan bisnis perusahaan, yang menyempurnakan proses persiapan, analisis dan akurasi untuk berbagai pihak yang menyediakan dan menggunakan informasi bisnis.

“Penerapan XBRL memungkinkan informasi bisnis akurat dapat didistribusikan secara efisien melalui internet, dan dapat langsung diolah sesuai dengan kebutuhan investor dan pengguna data lainnya di seluruh belahan dunia,” jelasnya.

Berkaitan dengan pengembangan XBRL, Samsul Hidayat mengatakan bahwa BEI telah ditunjuk dan diberikan kepercayaan oleh XBRL International untuk menjadi tuan rumah dalam pelaksanaan acara XBRL Asia Roundtable 2015, sebuah forum yang bertujuan untuk bertukar wawasan dan menyampaikan pengembangan terkini mengenai XBRL di negara-negara Asia.

“Bursa akan mengadakan Indonesia National XBRL Conference 2015 di Jakarta pada tanggal 19-20 Agustus 2015, yang ditujukan untuk meningkatkan ‘public awareness’ terkait penggunaan dan pengembangan XBRL di Indonesia,” katanya.

Sebelumnya, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nurhaida mengatakan data pelaporan berbasis XBRL juga akan membantu pengawasan bagi regulator dan memudahkan penggunaan bagi pelaku pasar.

“Dari sisi regulator, akan membantu pengawasan, sementara dari sisi pelaku pasar atau investor serta peneliti dibutuhkan data yang standar sehingga data yang dilaporkan dapat diolah lebih efisien. Saat ini format masih beragam, untuk itu XBRL salah satu jawaban untuk kebutuhan kita bersama,” katanya.

Nurhaida menambahkan XBRL juga merupakan salah satu strategi dalam rangka mengembangkan pasar modal Indonesia ke depan dari sisi infrastruktur.

(Ant)

(Eka)