Jakarta, Aktual.com – Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI) komisaris Universitas Islam Jakarta (UIJ) melakukan mobilisasi gerakan organisasi kepemudaan (OKP) untuk memprotes aliansi Cipayung Plus yang dinilai telah dibungkam kekuatan politik untuk tidak melakukan fungsinya secara kritis sebagai kontrol sosial terhadap pemerintah.

Sebagaimana diketahui, aliansi Cipayung Plus beranggotakan beberapa OKP tingkat nasional yang salah satu diantaranya terdapat Pengurus Besar (PB) HMI.

Adapun pembungkaman daya kritis terhadap pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) – Jusuf Kalla (JK) ini dilakukan melalui kegiatan Jambore Nasional dengan kucuran dana miliaran rupiah.

“Saat ini di Indonesia mengalami Satu permasalahan yang menghabiskan anggaran negara senilai miliaran rupiah. Kami melihat bahwa Kegiatan yang dilakukan oleh Cipayung Plus tidak lagi berujung kepada kepentingan masyarakat, justru kami menilai kegiatan yang dilakukan banyak unsur politik,” kata Ketua HMI UIJ, Imam Budi Mansyur kepada Aktual.com, Minggu (8/10).

Imam menuturkan, uang senilai Rp 20 Miliar yang masuk ke kantong beberapa OKP, tidak memiliki signifikansi produktivitas kemaslahatan bagi masyarakat. Sebaliknya dana itu menjadi barter kontrol organisasi bagi pihak penyandang dana.

“Kegiatan Jambore Nasional yang di lakukan oleh aliansi Cipayung Plus dengan anggaran senilai Rp 20 M hanyalah menghabis uang negara secara cuma-cuma. Jika dana itu di alokasikan pada pembangunan untuk masyarakat maka itu lebih mempunyai dampak positif,” ujar dia.

“Maka dari itu kami selaku mahasiswa dan kader HMI mengundang seluruh kader HMI senusantara untuk bersama sama menolak keras kegiatan Jambore Cipayung Plus,” pungkas dia.

(Reporter: Dadangsah Dapunta)

(Dadangsah Dapunta)

(Eka)