Ekonon Senior, Rizal Ramli saat diskusi dengan tema “Indonesia Perlu Pemimpin Optimis yang Bawa Perubahan” di gelar di Tebet, Jakarta Selatan, Senin ( 25/2/2019). Rizal mengungkapkan bahwa penurunan angka kemiskinan di era Jokowi – JK menunjukan paling rendah dari era kepemimpinan semua presiden sebelumnya sejak reformasi. AKTUAL/Tino Oktaviano

Jakarta, Aktual.com – Rencana Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan yang ingin menggandeng asing perusahaan asuransi asal Tiongkok, Ping An Insurance dalam menangani masalah Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan banyak menuai kritik tajam.

Menanggapi hal tersebut Mantan Menko Maritim Rizal Ramli mengatakan ketidaksetujuannya atas ungkapan LBP dengan dalih untuk membenahi keuangan BPJS Kesehatan yang merugi hingga Rp 28,6 triliun. Menurutnya kalau ide tersebut justru akan merugikan Indonesia dan menguntungkan Tiongkok.

“Jangan gitulah, nanti kalau dikasih sama perusahaan Tiongkok, ini data kesehatan kita ada di Beijing,” ujarnya ditulis Selasa (3/9).

Dikatakan RR sapaan Rizal Ramli bahwa ada kecenderungan penguasan bisnis obat-obatan di balik rencana tersebut. BPJS Kesehatan merupakan pembeli obat terbesar di negeri ini. Dengan menggandeng Tiongkok, bukan tidak mungkin obat yang dibeli berasal dari negeri Tirai Bambu.

“Akhirnya nanti mereka jadi pemasok juga,” papar mantan Anggota Tim Panel Bidang Ekonomi PBB itu.

(Abdul Hamid)