Ferdinand Hutahaean menilai bahwa munculnya sejumlah aksi berujung mengganggu instabilitas keamanan, khususnya DKI Jakarta lantaran tidak adanya kepemimpinan yang dapat mengayomi. (ilustrasi/aktual.com)

Jakarta, Aktual.com – Mantan Relawan Jokowi, Ferdinand Hutahaean menilai bahwa munculnya sejumlah aksi berujung mengganggu instabilitas keamanan, khususnya DKI Jakarta lantaran tidak adanya kepemimpinan yang dapat mengayomi. Gangguan instabilitas keamanan tersebut seperti perkelahian antar kelompok masyarakat dan ledakan bom di Terminal Kampung Melayu

“Semua itu wujud dan reaksi masyarakat atas ketiadaan rasa keadilan, ketiadaan kepemimpinan yang mampu mengayomi dan tentu adanya upaya menciptakan sebuah kondisi agar Jakarta makin ricuh makin tidak tertib,” kata Ferdinand saat dihubungi, di Jakarta, Senin (29/5).

Ia pun menilai sejumlah runtutan kejadian yang mengganggu instabilitas keamanan di Ibu Kota tidak terlepas dari campur tangan kepentingan politik kelompok tertentu yang ingin menciptakan kondisi tersebut.

“Nah pihak-pihak ini yang harus diidentifikasi siapa saja yang terlibat. Karena targetnya memang tampak terlihat untuk mencipatakan situasi yang chaos dan krisis dimana-mana,” ujar tokoh rumah amanah rakyat (RAR) itu.

“Sasarannya? Jakarta ricuh sehingga menyulitkan pemimpin yang akan datang dan target besarnya adalah kursi presiden yang memang tidak terlihat mampu lagi menyelesaikan masalah bangsa ini,” tukasnya.

(Novrizal)

(Ismed Eka Kusuma)