Ganjar Pranowo dan Puan Maharani (dok. Aktual.com)

Jakarta, Aktual.com – Ganjar Pranowo politisi dan juga Gubernur Jawa Tengah selalu menjadi sorotan publik bukan hanya aktivitasnya sebagai politisi tapi juga aktifitasnya di berbagai media sosial selalu mencuri perhatian masyarakat. Ia, juga digadang-gadang menjadi Capres 2024 dengan popularitas yang tinggi berdampingan dengan Prabowo Subianto. Ganjar tercatat sebagai kader terbaik PDI-P setelah pada tahun 2009-2010 menjabat sebagai Sekretaris Fraksi PDIP MPR RI 2009-2010 dan sekarang menjadi Gubernur Jawa Tengah.

Sedangkan Puan Maharani adalah salah satu sosok sentral didalam partai bukan hanya memiliki “trah” soekarno tapi juga dalam struktural partai Puan memegang banyak posisi penting dan secara personal Puan memang sudah banyak teruji.

Menurut Analis Politik dan Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting Pangi Syarwi Chaniago, melihat rivalitas dua kader terbaik PDI-P ini, ada beberapa model yang dimungkinkan PDI-P dalam melihat dua figur potensial ini dalam menghadapi PEMILU Capres dan Cawapres 2024.

Model pertama, Ganjar diusunng oleh PDI-P tanpa Puan. Ini bisa saja terjadi. Dengan nanti mengambil wakil dari partai lain atupun kader-kader potensial.

Model kedua, Puan tetap Capres. Nanti dicari wakil presidennya siapa yang potensial.

Model ketiga, Puan menjadi Cawapres. Tapi, Capres nya Prabowo.

Menurut Pangi, model ketiga ini agak sulit dipraktekan karena resistennya cukup tinggi karena tidak semua orang di PDI-P akan menerima hal ini. Karena, partai PDI-P adalah partai “besar dan mewah”, yang bisa mengusung calon presiden sendiri bagaimana mungkin mereka mau menjadi Cawapres. Dan juga ini lagi-lagi soal “posisi starting poin”. Nanti deadlock soalnya, kemungkinannya Prabowo nya gak mau jadi cawapres, harga mati soal Capres. Ujarnya saat di waancarai tim Aktual.com (21/10)

Model keempat. Saya kira PDI-P akan masuk pada model terakhir dan ini akan berhasil. Bukan Puan, yang akan diusung nanti Ganjar. Sepanjang Ganjar tidak berulah, patuh, tidak gurak-gerusuk, lebay dan tidak terlalu ambisi. Ganjar harus mengontrol relawan-relawannya karena ini akan membuat resistance di PDI-P nya. Ujar Pangi.

Ditambahkan oleh Pangi, “Poin saya begini PDI-P itu partai yang main di injury time bahkan H-1 dan itu sudah kita pelajari dari dulu walaupun ini tidak baik. PDI-P tidak akan menugsung calon terlalu pagi. Kalau saya sebagai ketua umum partai misalnya, kalau kita sudah bisa mengusung sendiri Capres, saya akan mengumumkan hari ini siapa Capres dan Cawapresnya hingga kita mudah sosialisasi ke masyarakat gagasan, pikiran, narasi, capaian prestasi, apa yang kita miliki, apa kekmampuan dan kekurangan kita. Sehingga masyarakat bisa menelanjangi dan tidak “membeli kucing di dalam karung”. Tapi di Indonesia ini akan rumit karena akan diganggu oleh lawan politik. Itulah mengapa kita faham PDIP-P tidak akan pernah mengumumkan CAPRES jauh-jauh hari. makanya nanti akan digantung.

“Kalau elektabilitas akan menjadi patokan iya untuk sekarang. Tapi di injury time, saya meyakini PDI-P akan ditekan oleh publik terutama referensi hasil survei. Karena PDI-P akan kalah kalau salah mengambil langkah. Salah usung Capres resikonya tidak main main. Tutup Pangi.

(Dede Eka Nurdiansyah)