Jakarta, aktual.com – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meninjau pelaksanaan program Padat Karya Tunai di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Minggu, 24 Mei 2026.
Program ini difokuskan pada pembersihan lumpur di permukiman warga yang terdampak bencana.
Langkah ini diambil karena sedimentasi dan lumpur menjadi persoalan utama yang mengganggu aktivitas masyarakat di wilayah tersebut sejak awal terjadinya bencana.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menjelaskan penanganan ini sangat mendesak agar aktivitas warga bisa kembali normal. Beliau menyampaikan alasan di balik percepatan pembersihan tersebut.
“Saya perlu melihat urusan perlumpuran di perumahan. Hal ini penting karena di Tamiang, sejak awal kita datang memang masalah utamanya lumpur. Hal itu yang harus saya kejar, supaya lumpur-lumpurnya segera dibersihkan dengan sistem padat karya sehingga masyarakat langsung terlibat dalam proses pekerjaan tersebut,” kata Dody, di Jakarta, Senin (25/5/2026).
Program yang berjalan sejak masa tanggap darurat ini bertujuan memulihkan perekonomian lokal. Skema padat karya melibatkan pemilik rumah dan warga sekitar untuk membersihkan lingkungan tempat tinggal, fasilitas pemukiman, hingga saluran air.
“Program ini sudah kita kerjakan sejak awal bencana. Jadi pemilik rumah kita aktifkan sesuai arahan Bapak Presiden Prabowo, bahwa masyarakat terdampak bencana ikut terlibat aktif dalam proses pemulihan,” ujar Dody.
Pembersihan di lokasi peninjauan telah berjalan selama tiga hari karena ketebalan endapan lumpur yang cukup parah. Meski belum sepenuhnya rampung, penyelesaiannya terus dikebut dalam beberapa hari ke depan.
“Di sini masih ada beberapa bagian rumah yang belum selesai dibersihkan. Mudah-mudahan 1 sampai 2 hari ke depan bisa selesai dan masyarakat bisa memiliki kehidupan yang lebih layak,” kata Dody.
Secara keseluruhan, target pemulihan di Aceh Tamiang mencakup 23.000 titik rumah dan fasilitas permukiman. Keberhasilan proyek di wilayah ini akan dijadikan acuan penanganan bencana di lokasi lain.
“Ini menjadi salah satu percontohan yang nanti akan kita duplikasi ke wilayah lainnya,” ujar Dody.
Selain pemukiman, program ini telah menuntaskan pembersihan saluran drainase sepanjang 28.568 meter. Proyek tersebut menyerap 16.353 tenaga kerja lokal dengan total anggaran mencapai Rp2,45 miliar.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menegaskan bahwa model penanganan seperti ini tidak hanya berhenti di satu kabupaten saja. Rencana perluasan program sudah disiapkan untuk wilayah lain di Provinsi Aceh yang mengalami kendala serupa.
“Fokus utama memang di Aceh Tamiang karena dampaknya besar. Tetapi nanti juga akan ke Pidie Jaya dan beberapa daerah lain. Ada sekitar 10 kabupaten/kota di Aceh yang akan kita lakukan seperti ini, terutama wilayah yang terdampak lumpur di rumah-rumah warga,” tandas Dody.
Laporan: Achmat
Artikel ini ditulis oleh:
Eroby Jawi Fahmi

















