Jakarta, Aktual.com —  Gerakan Aktifis Palu Untuk Rakyat (Gapura) akan mengadakan aksi unjuk rasa pada Senin (14/9) besok menolak rencana kedatangan presiden Republik Indonesia Joko Widodo ke Sulawesi tengah pada puncak perayaan Event Internasional Sail Tomini di Kabupaten Parigi Moutong tanggal 19 September 2015 mendatang.

Aktifis Gapura, Andrie Wawan kepada Aktual.com mengatakan, rencana kedatangan Joko Widodo yang saat ini telah menjadi boneka asing pada Event yang menyerap dana rakyat sebesar Rp. 11 Triliyun (APBN 2015) dan Rp. 150 Milyar (Sharing APBD Sulteng 2015) merupakan gambaran yang kongkrit dan nyata bahwa event Sail Tomini 2015 merupakan ajang konsolidasi pemodal asing untuk berinvestasi diwilayah Timur Indonesia khususnya di Bumi Tadulako.

“ Kerja-kerja (kewenangan) yang semestinya diserahkan kepada “Pembantu Negara” yakni menteri-menteri yang dinamai kabinet kerja kini telah diambil alih oleh sang Boneka Asing tersebut,” ujar Andrie, di Makassar, Ahad (13/9).

Menurut Andrie,  aksi penolakan terhadap kehadiran Jokowi akan dilaksanakan pada Senin 14 September besok di jalan protokol yang menghubungkan kota Palu dan Bandara Palu.

“Aksi akan kami lakukan di perempatan Jalan Moh Yamin, yang merupakan akses jalan dari dan ke Bandara kota Palu,” tuturnya.

Andrie membeberkan, kepemimpinan Jokowi saat ini  yang kian hari kian menimbulkan akumulasi kekecewaan rakyat. Dengan makin melemahnya nilai Rupiah terhadap Dollar yang mengakibatkan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang dialami oleh sebagaian kaum Buruh ditanah air akan menjadi ancaman yang serius bagi negara Indonesia.

Selain itu, lanjut Andrie,  Catatan hitam Joko widodo lainnya dan juga menjadi ancaman yang muncul adalah masuknya tenaga asing asal tiongkok melalui paket Politik Bilateral antara Indonesia dan Cina yang kemudian akan menimbulkan konflik Horizontal berkepanjangan bagi rakyat kelas bawah karena alasan pendapatan dan Job kerja akan didominasi oleh kaum buruh tenaga asing ketimbang kaum buruh Indonesia.

“Olehnya itu, kami menilai kedatangan Joko widodo pada tanggal 19 September tidak mencerminkan Amanat Penderitaan Rakyat,” jelasnya.

Adapun pernyataan sikap yang akan disampaikan oleh Gapura pada aksi besok yaitu :
Menolak Kedatangan Joko Widodo ke Bumi Tadulako karena tidak mencerminkan Amanat Penderitaan Rakyat.
– Stabilisasikan Perekonomian Indonesia yang merugikan Rakyat dan Menguntungkan Pihak Asing.
– Hentikan rekrutmen pekerja tenaga asing pada semua sector dan berdayakan pekerja tenaga Indonesia.
– Benahi dan Ciptakan Paket kebijakan Ekonomi (Harga Pangan dan Harga BBM) yang memihak kepada pendapatan rakyat kelas bawah.

(Eka)