Jakarta, Aktual.co — Perkembangan gaya hidup sehat di masyarakat perkotaan memicu tumbuhnya bisnis makanan organik seperti Warung Kebunku milik Nectaria Ayu.
“Kami menjual makanan dari bahan organik, tanpa ada pengawet, MSG, atau pewarna buatan,” kata Ayu di Jakarta, Senin (27/10).
Bermodalkan dari kebun sayur organik milik mertua, Ayu berinisiatif mengembangkannya menjadi bisnis kuliner dengan bahan-bahan diambil dari perkebunan organik.
Selain itu, Ayu juga mengaku enggan memakai minyak kelapa sawit dalam mengolah makanan di Warung Kebunku dengan alasan peduli lingkungan.
“Dari proses penanamannya saja sudah merusak lingkungan,” ujar dia, menambahkan bahwa hidangan di Warung Kebunku hanya menggunakan minyak kelapa yang disebutnya lebih sehat.
Ragam 46 jenis sayuran lokal seperti wortel, bayam, dan brokoli yang ditanam di Gadog, Puncak diolah menjadi hidangan khas nusantara seperti gado-gado, ketoprak, nasi goreng, dimsum, ayam probiotik, mi brokoli dan mi soto.
“Kami masih mengembangkan menu-menu lokal,” imbuh dia.
Selain menjual makanan, bisnis yang ditekuni Ayu sejak dua tahun silam juga menjual sayur mayur segar yang baru dipetik dari kebun kepada pelanggannya.
Ia juga menjelaskan bahwa konsep ramah lingkungan tidak hanya diterapkan dalam makanan yang dihidangkan, tetapi juga desain bangunan.
“Misalnya tidak ada AC karena kami membuat ruang-ruang terbuka sehingga tetap sejuk,” jelas dia.
Berkembangnya tren hidup sehat diakui Ayu memicu pertumbuhan bisnis-bisnis sejenis. Namun, para kompetitornya dianggap sebagai teman dalam memberi alternatif di tengah bisnis makanan mainstream.

()