Arsip - Pemimpin Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden AS Donald Trump. (ANTARA/Anadolu/py/pri.)
Arsip - Pemimpin Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden AS Donald Trump. (ANTARA/Anadolu/py/pri.)

Jakarta, aktual.com – Beredar isu yang menyebut Presiden Amerika Serikat Donald Trump sempat mencoba menggunakan kode nuklir dalam sebuah rapat terkait krisis Iran. Namun, pihak Gedung Putih membantah keras klaim yang ramai diperbincangkan tersebut.

Rumor ini bermula dari pernyataan mantan perwira CIA, Larry Johnson, saat tampil dalam podcast Judging Freedom pada 20 April. Dalam pernyataannya, ia menyinggung adanya perdebatan panas dalam rapat darurat di Gedung Putih pada 18 April, yang melibatkan Ketua Kepala Staf Gabungan AS, Jenderal Dan Caine.

Meski demikian, klaim tersebut tidak didukung oleh laporan independen maupun konfirmasi resmi dari pihak berwenang. Tidak ada sumber kredibel yang membuktikan bahwa otoritas peluncuran nuklir pernah digunakan dalam pertemuan tersebut.

Sejumlah anggota Partai Republik juga meragukan kebenaran isu tersebut. Mereka menilai klaim itu membutuhkan verifikasi kuat sebelum dapat dipercaya, dan sulit membayangkan skenario tersebut benar-benar terjadi.

Di sisi lain, klaim tersebut dinilai tidak sejalan dengan sistem komando nuklir Amerika Serikat. Dalam mekanisme yang berlaku, Ketua Kepala Staf Gabungan hanya berperan sebagai penasihat dan tidak memiliki kewenangan untuk menghalangi atau menjalankan perintah peluncuran nuklir. Sistem tersebut juga dilengkapi prosedur pengamanan ketat untuk memastikan setiap keputusan berjalan sesuai aturan.

Jika benar terjadi, situasi seperti yang digambarkan dalam klaim tersebut akan mencerminkan krisis konstitusional besar, bukan sekadar perbedaan pendapat dalam rapat.

Sementara itu, rekam jejak Larry Johnson sendiri kerap menjadi sorotan karena beberapa pernyataan kontroversial di masa lalu. Ia pernah dikaitkan dengan klaim yang dibantah luas terkait dugaan keterlibatan badan intelijen Inggris dalam memata-matai kampanye Trump, serta rumor lain yang tidak terbukti.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain