Wapres Jusuf Kalla secara simbolis menutup Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Golkar, di Balai Sidang Jakarta, Senin (25/1). Partai Golkar secara resmi mendeklarasikan untuk mendukung pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla dalam segala bidang untuk kesejahteraan rakyat sesuai dengan konstitusi dan Undang-Undang Dasar 1945. ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma/aww/16.

Jakarta, Aktual.com — Politikus senior Partai Golkar Jusuf Kalla (JK) mengatakan pengalaman selama setahun konflik Partai Golkar memberikan pengalaman berharga.

Maka dari itu, diperlukan perbaikan sistem melalui munas yang didukung oleh semua pihak, termasuk dua kubu di internal Golkar yang sedang berkonflik.

“Mungkin di AD/ART akan diubah untuk persatuan Golkar sehingga tak terjadi seperti ini. Kalau lalu, bikin partai baru. Ini positif walau ada masalah tetap bersatu,” kata JK di Jakarta, Rabu (3/2).

“Besok baru (pertemuan) pertama pengurus DPP yang Riau. Jadi konsolidasi awal. Teknisnya nanti,” tambahnya.

Pimpinan pengurus Golkar Munas Bali dan Ancol, Aburizal Bakrie dan Agung Laksono, sepakat untuk merehabilitasi kader Golkar yang sebelumnya dipecat dari keanggotaan partai.

“Keputusan itu jelas nama-namanya, seperti disampaikan,” ujar Ical.

Senada, Agung Laksono memastikan bahwa kedepannya tidak akan ada lagi pemecatan terhadap kader Partai Golkar.

“Yang terlanjur akan direhabilitasi. Keputusan Menkumham akan kami jalankan demi kepentingan bangsa dan negara,” kata Agung.

Selain itu, disepakati juga rapat bersama kedua kubu dalam rangka silaturahmi konsolidasi partai. Rencananya, rapat dilaksanakan pada Kamis (4/2) besok.

()