Gerhana Bulan Total
Gerhana bulan total dinilai bisa mempengaruhi gelombang air laut. (DOK/ANT)

Makassar, Aktual.com – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG Wilayah IV Makassar mengingatkan bahwa gerhana bulan total yang terjadi akan memicu pasang surut air laut.

“Untuk dampaknya sendiri, lebih ke pasang surut air laut yang lebih tinggi dibanding hari-hari biasanya,” kata Anggota Tim Observasi Gerhana Bulan Total Balai BMKG IV Makassar, Kaharuddin dikonfirmasi di Makassar, Selasa (8/11).

Gerhana bulan total biasanya terjadi pada saat bulan purnama. Sedangkan untuk prakiraan cuaca saat terjadi gerhana bulan total dalam kondisi berawan.

Berdasarkan pantauan, kondisi cuaca di wilayah Makassar dan sekitarnya hingga pukul 17.00 Wita dalam keadaan mendung usai hujan ringan.

Sejauh ini, tim observasi pantauan gerhana bulan di kantor BMKG Wilayah IV Makassar, Jalan Prof Basalamah sedang mempersiapkan pemantauan.

Sebelumnya, dari perkiraan proses gerhana bulan di wilayah Sulsel untuk fase terjadinya gerhana bulan total dimulai Gerhana Penumbra (permulaan) mulai (P1) pukul 16.02 Wita.

Selanjutnya, Gerhana Sebagian mulai (U1) 17.09 Wita. Gerhana total mulai (U2) pukul 18.16 Wita. Puncak gerhana (UT) pukul 19.00 Wita.

Gerhana total berakhir (U3) pada pukul 19.41 Wita. Gerhana Sebagian berakhir (U4) pukul 20:49 Wita dan Gerhana Penumbra berakhir (P4) pada pukul 21.56 Wita.

Berdasarkan data Pusat Riset Antariksa Organisasi Riset Penerbangan dan Antariksa BRIN, Gerhana bulan tersebut berlangsung dengan durasi total selama satu jam 24 menit 58 detik dan durasi umbral (sebagian+total) selama tiga jam 39 menit 50 detik.

Selain itu, fenomena gerhana bulan tidak menyebabkan banjir, tapi genangan air menjadi lambat terbuang ke laut sehingga bisa saja terjadi banjir ROB. Sebab, pasang surut purnama terjadi ketika Matahari, Bumi, dan Bulan berada di satu garis lurus.

Kepala BRIN Thomas Djamaludin sebelumnya menyatakan tingkat air laut akan maksimum atau lebih tinggi dibanding biasanya. Umumnya terjadi pada dua kali setiap bulan yaitu bulan baru dan bulan purnama.

Pasang surut akan terjadi maksimum yang bisa menyebabkan air laut menjadi pasang lebih tinggi dari biasanya sehingga patut diwaspadai.

(Wisnu)