Petugas memasang logo Badan Intelijen Negara (BIN) di Kantor BIN Jakarta, Jumat (15/1). ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/kye/16

Jakarta, Aktual.com – Politikus Partai Gerindra Ahmad Muzani mengingatkan siapapun menteri yang ditunjuk Presiden Joko Widodo haruslah mengutamakan kepentingan nasional.

Hal itu dikatakannya menanggapi penunjukkan Menko Maritim Luhut Pandjaitan sebagai Plt Menteri ESDM pasca diberhentikannya Archandra Tahar.

Ia pun berharap, tepat pada Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-71 pemerintah bisa memberikan kejutan pada kebijakannya.

“Presiden sudah menunjuk plt menteri ESDM, kita lihat perkembangan berikutnya. Menurut saya yang paling penting, plt atau siapapun harus membela kepentingan nasional kita. Kami berharap 17 Agustus ini ada surprise dari kebijakan,” ujar Muzani di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (16/8).

Namun, lanjut Anggota Komisi I DPR RI ini, semestinya Badan Intelijen Negara (BIN) dari awal sudah melakukan tugasnya untuk memberitahukan informasi yang valid kepada presiden tanpa diminta. Sehingga, tak sampai salah tunjuk orang untuk dijadikan menteri.

“BIN itu harus bekerja inheren, diminta atau tidak diminta. Lembaga intelijen tugasnya melakukan asessment kepada presiden, sehingga setiap keputusan presiden tidak boleh salah,” kata Muzani.

Meski demikian, kata dia, Gerindra menghormati keputusan presiden yang menggunakan hak prerogatifnya, termasuk menunjuk Luhut sebagai Plt menteri ESDM.

“Presiden sudah mengambil keputusan dan kami menghormati itu. Kami menghormati keputusan presiden karena hak prerogratif,” pungkasnya.

 

Laporan: Nailin

Artikel ini ditulis oleh: