Jakarta, Aktual.com – Ribuan Petani tebu yang tergabung dalam Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) melakukan menggeruduk Istana Negara, Jakarta, Senin (28/8). Kedatangan mereka dimaksudkan untuk menuntut pemerintah untuk merevisi harga eceran tertinggi (HET) gula kristal.

HET gula kristal yang ditetapkan Menteri Perdagangan mencapai Rp 12.500 per kg, dirasa terlampau kecil dan merugikan petani.

“Kita minta pemerintah naikan menjadi Rp 14ribu per kg, supaya pedagang ini membeli gula diatas harga produksi petani,” ujar Sekjen Dewan Pimpinan Nasional APTRI, Amnur Rasyid di depan Istana Negara, Jakarta, Senin (28/08).

Amnur menyatakan jika dengan HET saat ini, keuntungan yang diperoleh petani tebu sangatlah kecil, yaitu hanya Rp 400 per kg. Produksi tebu dari petani sendiri telah mencapai Rp 10.600 per kg, sementara harga jual tebu ke pedagang hanya harga Rp 11 ribu saja per kg.

Oleh karena itu, HET sebesar Rp 14.000 per kg dinilainya sebagai nominal yang relevan untuk petani dan pedagang.

“Mana keuntungannya? Jadi kalau Rp 14 ribu kan ada keuntungan yang wajar untuk petani dan pedagang juga untung,” jelasnya.

Unjuk rasa ini sendiri diikuti oleh sekitar 2.000-an petani tebu yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat dan beberapa daerah di Pulau Sumatera.

Laporan: Teuku Wildan

(Andy AbdulHamid)