Surabaya, Aktual.com – Kericuhan terjadi antara massa dari ormas Pemuda Pancasila dengan polisi di depan kantor biro Metro TV Jawa Timur di jalan Ketampon Surabaya, Jum’at (18/3).

Polisi sempat menyerang massa dengan pentungan saat terjadi aksi dorong. Bahkan massa juga terus melawan.

Kericuhan yang terjadi sekitar 5 menit tersebut akhirnya redah setelah komandan polisi dan korlap massa sama-sama menenangkan anggotanya.

Selain melakukan penyegelan, massa juga menempelkan poster-poster pada dinding gedung Metro TV yang bernada menghujat metro TV.

“Metro tv telah menayangkan pemberitaan yang tidak seimbang, dimana menayangkan gambar-gambar La Nyala menggunakan dokumen lama, namun beritanya berita terbaru tentang status tersangka,” ujar salah satu peserta aksi.

Sementara dalam aksinya, massa meminta agar Metro TV meminta klarifikasi dan hak jawab, agar Metro TV menayangkan permohonan maaf. Pihak Metro TV juga menerima klarifisikasi, namun, pihaknya akan memberikan klarifikasi terkait gambar. Sebab, pihaknya hanya menayangkan gambar uang waktu terdakwa Diar, anggota Kadin yang sebelumnya ditetapkan tersangka lebih dulu di kasus yang sama.

()