Jakarta, Aktual.com – Para sopir Gojek mengaku kaget degan adanya kebijakan penurunan tarif yang diberlakukan perusahaan, hingga 25 persen.

Dari awalnya Rp4.000/kilometer, menjadi Rp3.000/km yang mulai diberlakukan sejak 2 November kemarin.

“Saya kaget, dan semua driver juga kaget,” ujar R(40), salah seorang sopir Gojek, saat dikonfirmasi Aktual.com, Selasa (3/11).

Tapi R pun mengaku pasrah dan tidak bisa berbuat apa-apa dengan kebijakan perusahaan yang bakal membuat pendapatannya semakin menurun itu.

Dia coba percaya kalau dengan kebijakan itu pendapatannya bisa meningkat, di tengah persaingan antar sopir Gojek yang jumlahnya semakin bertambah banyak dan dengan ojek-ojek online lainnya.

Sedangkan sopir Gojek lainnya, Pipit (38) asal Pasar Minggu, justru percaya kalau kebijakan itu hanya sementara diberlakukan perusahaan. Karena itu, dia lebih memilih ikuti saja dan tidak mau ikut protes. (Baca: Dikabarkan Bakal Didemo Pengemudi, Kantor Gojek Sepi Saja)

“Saya sih masih menyetujui. Selama untuk kebaikan, saya ikutin saja,” kata dia siang tadi.

Tanggapan berbeda disampaikan sopir Gojek lainnya, HS. Menurut dia ketetapan tarif baru itu tidak tepat dibebankan ke sopir. Harusnya, kata dia, itu dibebankan ke konsumen. “Jangan malah kita sopir yang harus nanggung,” ujar dia.

(Laporan: Agung Rizki)

()