Jakarta, Aktual.co — Politikus Partai Golkar Bambang Soesatyo tidak menyalahkan  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang telah memberikan tanda merah dan kuning terhadap nama menteri Jokowi-JK.
“Kita tidak boleh menyalahkan KPK,” kata Sekretaris Fraksi Partai Golkar itu dalam diskusi bertema “Noktah Merah Kabinet Jokowi-JK” di gedung DPR, Jakarta, Selasa (4/11).
Akan tetapi, dirinya menyayangkan adanya calon yang mendapat nilai merah dan kuning tetap masuk pemerintahan Jokowi-JK. 
“Yang kita salahkan adalah, ketika diberi tanda (Merah-Kuning), tetap dimasukkan. Kalau benar pada 34 menteri ada yang bermasalah, secara gak sadar KPK dijadikan untuk cuci tangan Jokowi,” kata Bambang.
Bambang meyakini adanya nama menteri di Kabinet Kejra yang mendapat tanda merah dan kuning dari KPK lantaran ada petinggi-petinggi Parpol yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Hebat merasa tidak bahagia, hal itu dikarnakan beberapa jagoannya tidak masuk kabinet.
“Tapi ada yang distabilo tetap masuk,” kata dia.
Jika terbukti ada nama menteri yang diberi tanda merah dan kuning masuk kabinet, maka Presiden Jokowi bisa melakukan reshuffle menteri tersebut.

()